Blokade AS Paksa Iran Timbun 2 Juta Barel Minyak di Kapal Tanker Nasha Berusia 30 Tahun

Foto : Ilustrasi

CYBERSULUT.NET – Tekanan blokade militer Amerika Serikat (AS) yang kian mencekik, Iran mulai mengambil langkah ekstrem untuk menyelamatkan sektor energinya. Teheran dilaporkan telah mengoperasikan kembali kapal tanker minyak mentah raksasa berusia 30 tahun, Nasha untuk dijadikan tempat penyimpanan minyak terapung darurat.

Langkah ini diambil setelah pelabuhan-pelabuhan utama Iran dikepung oleh kekuatan militer AS, yang secara efektif menghentikan arus ekspor minyak mentah ke pasar internasional.

Berdasarkan data citra satelit yang dianalisis oleh United Against Nuclear Iran (UANI), kapal Nasha yang memiliki panjang 335 meter terlihat memuat muatan di Pulau Kharg—terminal ekspor utama Iran—pada akhir April lalu. Kapal tanker super (VLCC) ini mampu menampung hingga 2 juta barel minyak.

Langkah mengaktifkan kapal tua ini dilakukan karena Iran kehabisan ruang penyimpanan di darat. Menurut data dari TankerTrackers.com, Iran saat ini masih memiliki sekitar 18 kapal tanker raksasa kosong lainnya yang siap dialihfungsikan menjadi gudang terapung guna menghindari penutupan paksa sumur-sumur minyak mereka.

Tekanan fisik dari militer AS terlihat nyata di lapangan. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa mereka telah menahan lebih dari 20 kapal di pelabuhan Chabahar, Teluk Oman. Setengah dari kapal yang tertahan tersebut diketahui membawa muatan minyak mentah Iran.

Analis dari lembaga riset energi Kpler memperingatkan bahwa Iran berada dalam posisi terjepit, Iran diperkirakan hanya memiliki sisa kapasitas penyimpanan untuk 20 hari ke depan. Jika produksi terpaksa dihentikan pada pertengahan Mei, Iran berpotensi kehilangan pendapatan hingga USD 250 juta (sekitar Rp 4,3 triliun) per hari.

Penggunaan kapal tanker berusia tiga dekade ini memicu kekhawatiran global terkait keselamatan lingkungan. Kapal-kapal dalam jaringan “armada hantu” ini umumnya beroperasi jauh di luar usia teknis yang disarankan dan tidak memiliki jaminan ganti rugi jika terjadi kecelakaan, serta menjadi ancaman serius bagi ekosistem laut di Teluk Persia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Continue copy, click home