CYBERSULUT.NET – Stigma negatif mengenai pelayanan rumah sakit umum yang sering dianggap kaku dan kurang memuaskan kini berhasil dipatahkan oleh RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.
Rumah sakit rujukan utama di wilayah Indonesia Timur ini justru mendapatkan apresiasi luas berkat transformasi layanan yang dinilai jauh lebih cepat, ramah dan menyentuh sisi kemanusiaan pasien.
Apresiasi tersebut salah satunya datang dari Hidayat Mardjan, keluarga dari pasien bernama Tirta Alamzaz yang mengaku terkesan dengan perubahan signifikan yang ditunjukkan oleh seluruh jajaran RSUP Kandou.
Menurut Mardjan, pengalaman positif tersebut terlihat mulai dari proses administrasi pendaftaran, penanganan medis yang gerak cepat (gercep) hingga perawatan intensif di ruang inap.
“Dari kami datang, rawat inap sampai dengan kepulangan, pasien mendapat perawatan terutama perhatian dari seluruh jajaran rumah sakit. Kami sangat berterima kasih atas segalanya,” ujar Mardjan kepada media, Minggu (3/5/2026).
Salah satu momen yang paling berkesan bagi keluarga pasien adalah kehadiran langsung Direktur Utama RSUP Kandou, Prof. Dr. dr. Starry Rampengan, Sp.JP(K)., FIHA., MARS di ruang perawatan pasien. Tak sekedar meninjau fasilitas, Dirut terpantau turun langsung menyapa dan mendoakan kesembuhan pasien.
“Sempat kaget kalau Dirut datang dan berkesempatan mendoakan istri saya yang sedang sakit. Perhatian seperti ini yang sering menjadi obat atau penyemangat lebih agar pasien bisa cepat pulih,” tambah Mardjan.
Menanggapi apresiasi tersebut, pihak manajemen RSUP Kandou menegaskan bahwa hal ini merupakan bagian dari visi besar rumah sakit. Melalui Manajer Tim Kerja Hukmas, Dr. dr. Erwin Kristanto, SH, Sp.FM(K), rumah sakit berkomitmen untuk terus memberikan standar pelayanan medis yang profesional namun tetap mengedepankan empati.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang holistik. Tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga kepedulian dan empati,” tutur dr. Erwin.
Erwin menekankan bahwa kesembuhan pasien sangat dipengaruhi oleh hubungan manusiawi yang kuat antara tenaga medis dan pasien itu sendiri.
“Pelayanan yang baik bukan hanya berkaitan dengan obat-obatan, tetapi juga dengan hubungan manusiawi yang kuat. Intinya, kami akan terus melakukan peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” tukasnya.


















