CYBERSULUT.NET – Laga Premier League antara Wolves melawan Sunderland di Stadion Molineux, Sabtu lalu meninggalkan residu perdebatan panjang. Bukan soal hasil imbang 1-1 yang diraih kedua tim, melainkan soal kartu merah kontroversial yang diterima bek Sunderland, Ballard setelah insiden penarikan rambut terhadap penyerang Tolu Arokodare.
Insiden yang terjadi pada menit ke-24 tersebut awalnya luput dari pengamatan wasit Paul Tierney. Namun, intervensi Video Assistant Referee (VAR) mengubah segalanya. Setelah meninjau monitor, Tierney mengusir Ballard karena dianggap melakukan tindakan kekerasan (violent conduct).
Legenda sepak bola Inggris, Wayne Rooney tidak bisa menyembunyikan kekesalannya saat mengomentari kejadian tersebut dalam program Match of the Day. Baginya, memberikan kartu merah untuk tarikan rambut dalam situasi duel fisik adalah keputusan yang berlebihan.
“Saya tidak percaya kita duduk di sini membahas pemain yang diusir karena menarik rambut. Ini konyol. Aturan ini harus diubah,” tegas Rooney.
Menurut Rooney, sepak bola adalah olahraga kontak fisik di mana pemain akan melakukan apa saja untuk mendapatkan keunggulan posisi.
“Anda menarik baju, mencoba mendapatkan keuntungan. Kadang ada rambut panjang dan Anda bisa saja memegangnya secara tidak sengaja. Ini bagian dari permainan fisik,” tambahnya.
Senada dengan Rooney, mantan kiper Manchester City, Joe Hart menilai bahwa Ballard tidak memiliki niat jahat (malice). Hart mengkhawatirkan identitas Premier League yang dikenal keras dan fisik akan luntur jika insiden minor seperti itu terus berujung pengusiran pemain.
Di sisi lapangan, manajer Sunderland, Regis Le Bris menyuarakan kekhawatiran praktis bagi para pemain bertahan.
“Jika aturannya seperti ini, maka menghadapi pemain berambut panjang akan menjadi masalah. Anda tidak bisa bertahan dengan normal dalam duel udara jika setiap kontak tangan dianggap pelanggaran berat,” keluh Le Bris.
Kasus Ballard menambah panjang daftar “korban” regulasi penarikan rambut musim ini. Sebelumnya, Michael Keane (Everton) dan Lisandro Martinez (Manchester United) juga mengalami pelanggaran serupa.


















