Siagakan Amunisi Terbaik, Donald Trump Ancam Ratakan Iran Jika Diplomasi Islamabad Buntu

CYBERSULUT.NET – Ketegangan global kembali memuncak seiring dimulainya negosiasi tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad Pakistan, Sabtu (11/4/2026).

Di tengah harapan tipis akan perdamaian, Presiden AS Donald Trump justru mengeluarkan peringatan keras: kesepakatan permanen harus tercapai, atau Iran akan menghadapi “penghancuran total.”

Pernyataan agresif ini disampaikan Trump tak lama setelah delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance mendarat di ibu kota Pakistan. Vance didampingi oleh utusan khusus Steve Witkoff dan penasihat senior Jared Kushner. Mereka dijadwalkan bertemu dengan delegasi Teheran yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Berbicara kepada New York Post, Trump menegaskan bahwa militer AS sedang melakukan “pengaturan ulang” besar-besaran selama masa gencatan senjata dua minggu yang dimulai pada 7 April lalu.

“Kita sedang mengisi kapal-kapal dengan amunisi terbaik, senjata terbaik yang pernah dibuat… bahkan lebih baik dari yang kita gunakan sebelumnya,” ujar Trump. Ia menambahkan bahwa jika diplomasi gagal, AS tidak akan ragu menggunakan kekuatan militer tersebut secara “sangat efektif” untuk melenyapkan infrastruktur Iran.

Lebih lanjut, Trump mempertanyakan kejujuran tim negosiasi Iran, yang dipimpin oleh ketua parlemen, Mohammad Bagher Ghalibaf, dan mencakup Menteri Luar Negeri (Menlu) Abbas Araghchi, serta para pejabat Teheran lainnya.

Trump mengatakan bahwa AS berurusan dengan orang-orang “yang kita tidak tahu apakah mereka mengatakan yang sebenarnya atau tidak”.

“Di depan kita, mereka menyingkirkan semua senjata nuklir, semuanya hilang. Dan kemudian mereka keluar ke pers dan mengatakan, ‘Tidak, kami ingin memperkaya uranium’. Jadi kita akan mengetahuinya,” ucap Trump.

Dalam pernyataan terpisah via media sosial Truth Social, Trump mengatakan bahwa Iran “tampaknya tidak menyadari bahwa mereka tidak memiliki kartu apa pun, selain pemerasan jangka pendek terhadap dunia dengan menggunakan jalur perairan internasional”.

“Satu-satunya alasan mereka masih hidup hari ini adalah untuk bernegosiasi!” sebutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Continue copy, click home