‘Terjebak Perang’ Rial Iran Terpaku di Level Terendah

CYBERSULUT.NET – Satu bulan pasca pecahnya konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, tekanan terhadap pasar keuangan Iran belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Mata uang nasional Iran, Rial (IRR), terpantau masih terjebak di level terendah dalam sejarah, mencerminkan pesimisme pasar terhadap masa depan ekonomi Teheran di tengah kecamuk perang.

Berdasarkan data Refinitiv, Rial belum mampu beranjak dari keterpurukan yang ekstrem. Meski volatilitasnya tidak seganas pada fase awal konflik, mata uang ini tetap berada di level yang sangat rapuh tanpa adanya ruang pemulihan yang berarti.

Pada awal meletusnya perang, tepatnya 28 Februari 2026, kurs Rial berada di level 1.313.863 per US$1. Memasuki penutupan perdagangan Jumat (4/4/2026), Rial masih bertengger di posisi 1.316.135 per US$1.

Angka ini menunjukkan pelemahan sebesar 0,17% selama sebulan terakhir. Walaupun secara persentase terlihat tipis, posisi Rial yang konsisten berada di atas angka 1,31 juta per dolar AS menandakan hilangnya kepercayaan pasar secara fundamental.

Sepanjang periode perang, Rial sempat menyentuh titik terlemahnya di angka 1.321.780 per US$1 pada 11 Maret 2026, sementara posisi terkuatnya hanya mampu mencapai 1.310.814 per US$1 pada 25 Maret lalu.

Pemandangan berbeda terlihat pada pergerakan Rial terhadap mata uang Rupiah. Selama satu bulan konflik, Rial justru mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,78% terhadap Rupiah.

Data menunjukkan pada 27 Februari 2026, nilai 1 Rial Iran setara dengan Rp0,0128. Pada penutupan Jumat (3/4/2026), nilainya merangkak naik ke posisi Rp0,0129. Namun, penguatan ini dinilai bersifat teknis dan tidak mengubah fakta bahwa nilai Rial tetap sangat rendah.

Dalam kondisi perang yang belum menemui titik terang, pemulihan Rial dianggap mustahil dalam waktu dekat. Selama risiko militer tetap tinggi, mata uang Iran diprediksi akan terus berkutat dalam posisi yang sangat tertekan, menjaga kecemasan di pasar keuangan tetap pada level tertinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Continue copy, click home