Kecam Iran dan Hizbullah, Presiden Lebanon: “Ini Negara Kami, Bukan Negara Anda!”

Presiden Lebanon, Joseph Aoun./Foto : Andreas SOLARO / AFP via Getty Images)

CYBERSULUT.NET – Hubungan politik di Timur Tengah semakin tegang setelah dua pemimpin tertinggi Lebanon melontarkan kecaman paling tajam terhadap Iran, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dan kelompok milisi Hizbullah. Lebanon menegaskan penolakannya untuk dijadikan alat politik dalam konflik regional.

Kecaman keras ini menyusul terseretnya Lebanon ke dalam pusaran perang Timur Tengah, setelah Hizbullah—yang didukung penuh oleh Teheran—melancarkan serangan terhadap Israel pada awal Maret lalu. Akibatnya, wilayah Lebanon bagian selatan menjadi medan pertempuran mematikan selama beberapa bulan terakhir.

Dalam wawancara eksklusif di Istana Kepresidenan Lebanon yang dilansir Al Arabiya, Sabtu (6/6/2026), Presiden Lebanon Joseph Aoun mengirimkan pesan langsung dan tegas kepada pemerintah Teheran.

“Ini bukan negara Anda, ini negara kami,” ujar Aoun dengan nada keras. “Bukan tugas Anda untuk mencampuri urusan negara kami.”

Dalam kesempatan terpisah dengan media terkemuka Amerika Serikat, CNN, Presiden Aoun juga secara terang-terangan mengkritik Hizbullah dan Sekretaris Jenderal kelompok tersebut. Ia mengingatkan bahwa tindakan sepihak kelompok militan yang berbasis di Lebanon selatan itu telah mengorbankan warga sipil.

“Rakyat Lebanon bukanlah rakyat Anda,” tegas Aoun.

Joseph Aoun mendesak agar Hizbullah menyadari bahwa tidak ada jalan keluar lain dari kehancuran perang ini selain meletakkan senjata dan berserah pada jalur diplomasi. Menurutnya, semua pihak harus duduk di meja dialog “untuk menyelamatkan apa yang tersisa” dari negara Lebanon.

Presiden Aoun menuduh Iran sengaja menggunakan krisis dan tumpah darah di Lebanon sebagai kartu domino atau “alat tawar-menawar” demi memperkuat posisi tawar Teheran dalam negosiasinya dengan Amerika Serikat (AS). Aoun menegaskan bahwa eksploitasi kedaulatan seperti itu sama sekali tidak dapat diterima.

Sikap tegas ini didukung penuh oleh Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam. Dalam sebuah konferensi pers resmi saat memohon bantuan kemanusiaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), PM Salam menyampaikan pesan emosional yang ditujukan langsung kepada pemerintah Iran.

“Jika saya boleh menyampaikan sepatah kata kepada Iran, yaitu: Kasihanilah wilayah selatan negara kami,” cetus PM Nawaf Salam. “Berhentilah memperlakukannya (Lebanon) dan rakyatnya hanya sebagai alat tawar-menawar untuk memperbaiki persyaratan negosiasi Anda.”

Pernyataan frontal dari Presiden Aoun dan PM Salam ini menandai babak baru dalam dinamika politik dalam negeri Lebanon. Selama ini, pemerintah Lebanon berulang kali berupaya menjauhkan negara dari konflik proksi (perang perwakilan) antarnegara di Timur Tengah.

Presiden Aoun kembali menggarisbawahi bahwa keputusan krusial mengenai keamanan, pertahanan, dan kedaulatan wilayah sepenuhnya merupakan hak dan otoritas resmi negara Lebanon, bukan hak kelompok milisi ataupun negara asing.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari pihak pemerintah Iran maupun juru bicara kelompok Hizbullah terkait kecaman keras dari para petinggi Beirut tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Continue copy, click home