Jaring Aspirasi di Manado, Anggota DPRD Sulut Terima Keluhan Mulai dari Banjir hingga Sekolah Negeri

CYBERSULUT.NET – Sejumlah anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) daerah pemilihan (Dapil) Kota Manado turun langsung ke tengah masyarakat dalam agenda Reses I Masa Persidangan Kedua Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada akhir Maret ini menjadi momentum krusial bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan mendesak, mulai dari infrastruktur, kesehatan, hingga pendidikan.

Wakil Ketua DPRD Sulut, Royke Anter, menggelar reses di Kelurahan Ternate Tanjung, Kecamatan Singkil, Selasa (31/3). Dalam pertemuan tersebut, warga mengeluhkan distribusi bantuan pascabanjir yang dinilai belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat yang terdampak. Selain itu, masalah kepesertaan BPJS Kesehatan dan permohonan sertifikasi tanah menjadi aspirasi utama yang diserap oleh Koordinator Komisi I ini.

“Reses adalah kewajiban konstitusional. Semua masukan ini akan kami tindak lanjuti ke pihak terkait, baik di tingkat kota, provinsi hingga pusat agar ada solusi nyata,” tegas Royke Anter.

Di tempat berbeda, anggota DPRD Sulut, Louis Carl Schramm menyisir wilayah Bailang, Tuminting hingga Malalayang. Masalah klasik perkotaan seperti drainase yang buruk di Kelurahan Kleak dan akses jalan yang belum teraspal di Kampung Rakit menjadi sorotan warga.

Tak hanya fisik, Louis Schramm juga menerima aspirasi terkait penguatan ekonomi melalui koperasi dan pendampingan UMKM.

“Seluruh aspirasi ini akan dirangkum dalam pokok-pokok pikiran DPRD untuk segera direalisasikan oleh pemerintah daerah,” ujar politisi Gerindra tersebut.

Aspirasi menarik muncul dalam reses Amir Liputo di wilayah Sospol, Kecamatan Tuminting. Warga mendesak pemerintah untuk mendirikan sekolah negeri di bagian Utara Manado guna mengakomodasi kebutuhan pendidikan yang selama ini terkendala aturan zonasi.

Menanggapi hal itu, Amir yang duduk di Komisi III meminta warga segera memasukkan proposal formal, terutama untuk kebutuhan air bersih di rumah ibadah dan pembuatan jalan setapak.

“Pembangunan sekolah negeri di utara sudah kami usulkan, dan soal zonasi akan kami minta untuk ditinjau kembali,” kata Amir Liputo.

Sementara itu, Iren Golda fokus pada kebutuhan dasar warga di Kelurahan Meras dan Mapanget Barat. Aspirasi yang menonjol meliputi kebutuhan air bersih, pengadaan tiang listrik, hingga fasilitas Posyandu.

Di sisi lain, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Dr. (C). Julyeta P.A. Runtuwene, MS, memanfaatkan masa reses tahun ini dengan melakukan kunjungan kerja intensif ke sejumlah satuan pendidikan di Kota Manado.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, politisi yang dikenal peduli pada isu pendidikan ini menyambangi tiga sekolah besar, yakni SMK Negeri 1 Manado, SMK Negeri 9 Manado dan SMA Negeri 4 Manado.

Tak hanya bertemu dengan jajaran pimpinan sekolah, Julyeta juga membuka ruang dialog langsung dengan pengurus OSIS untuk mendengarkan suara para siswa.

“Aspirasi dari para siswa dan guru ini bukan sekadar catatan, melainkan mandat yang akan saya bawa ke meja Komisi IV. Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulut agar program kerja ke depan lebih tepat sasaran,” tegasnya.

Kegiatan reses ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan pembangunan di Kota Manado, mengingat banyaknya usulan teknis yang berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Continue copy, click home