Selat Hormuz Ditutup, Donald Trump Rencanakan Duduki Pusat Minyak Iran

CYBERSULUT.NET – Pemerintahan AS, Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan operasi militer terhadap Pulau Kharg yang menjadi pusat minyak strategis Iran, jika Iran tidak membuka kembali Selat Hormuz.

Pernyataan itu disampaikan Gedung Putih pada Jumat (20/3/2026), menyusul laporan Axios yang mengungkap adanya rencana potensial untuk menduduki atau memblokade pulau tersebut guna menekan Iran.

Axios melaporkan, Presiden AS, Donald Trump berpikir mencaplok Pulau Kharg sebagai upaya memaksa Teheran membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang kini sebagian besar diblokir oleh Iran.

Langkah tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah perang AS-Israel melawan Iran sejak 28 Februari 2026.

Pemerintah AS juga dilaporkan mengerahkan tambahan pasukan Marinir ke Timur Tengah, memicu spekulasi mengenai kemungkinan operasi darat dalam waktu dekat.

Wakil Sekretaris Pers Utama Gedung Putih Anna Kelly menegaskan, kesiapan militer AS untuk mengambil tindakan kapan pun jika diperintahkan oleh presiden. “Militer Amerika Serikat dapat menguasai Pulau Kharg kapan saja jika presiden memberi perintah,” tulis Kelly dalam pernyataan kepada AFP.

Kelly menyebut bahwa Pemerintah AS telah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi potensi langkah dari Iran.

Ia turut menyinggung kekhawatiran Washington terhadap upaya Iran mengganggu jalur energi global melalui Selat Hormuz.

“Presiden Trump tahu betul bahwa Iran akan mencoba menghentikan kebebasan navigasi dan arus energi bebas, dan dia mengambil tindakan untuk menghancurkan lebih dari 40 kapal penebar ranjau,” ujar Kelly.

Blokade yang dilakukan Iran terhadap Selat Hormuz disebut berdampak signifikan terhadap pengiriman komersial global, memicu lonjakan harga minyak dunia.

Donald Trump sebelumnya juga mengklaim bahwa AS telah menyerang Pulau Kharg. Ia mengatakan, seluruh target militer di pulau tersebut sudah dihancurkan dalam operasi yang dilakukan pada Jumat (20/3/2026). Trump bahkan mengancam akan melanjutkan serangan terhadap infrastruktur penting di Kharg jika Iran tetap menutup Selat Hormuz.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Continue copy, click home