Bantu Keamanan NASA, Mahasiswa Teknik Informatika Polimdo Laporkan 27 Kerentanan Situs

Foto : Kolase cybersulut.net

CYBERSULUT.NET – Pemahaman akan dunia cyber yang ditekuni mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Politeknik Negeri Manado (Polimdo), pantas dicontohi dan diacungi jempol.

Yonatan Natanael Tampi, mahasiswa semester 6 jurusan teknik informatika Polimdo, mendapat atensi dan apreasiasi dari NASA (National Aeronautics and Space Administration) yang diketahui merupakan badan pemerintah Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas program luar angkasa sipil dan penelitian kedirgantaraan.

Pasalnya, Natan sapaan akrab mahasiswa Polimdo tersebut melaporkan 27 kerentanan situs NASA, yang berpotensi dibobol peretas atau hacker.

Dalam jumpa pers dengan media, Selasa (3/3/2026) di gedung kuliah Polimdo, Natan mengungkapkan kepeduliannya untuk menyampaikan beberapa kerentanan dari situs NASA. Berdasarkan informasi dari rekannya, dirinya disarankan untuk melaporkan melalui platform bernama Bugcrowd.

“Ini sebenarnya bukan kompetisi, tapi kami bertindak sebagai palapor saja. Lewat Bugcrowd sebagai saluran resmi yang digunakan NASA untuk menerima laporan kerentanan,” ungkap Natan yang mengaku tertarik mengenai cyber security sejak masih duduk di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Diungkapkan Natan, total 27 laporan yang disampaikan, 13 diterima, 3 duplikat dan 11 di tolak. Namun diakui NASA 13 laporan kerentanan.

“Sebenarnya data rahasia yang tak bisa di ekspose ke publik, jadi kita melaporkan itu didalamnya tertulis convendensial atau dokumen itu berarti rahasia. Ada juga dokumen internalisasi, salah satu contoh itu seperti dokumen data pribadi seperti nama, tempat tinggal atau jarak strategis dan informasi data diri yang kita temukan,” tukas Natan.

Diketahui sebelumnya, kerentanan yang dilaporkan Natan tersebut langsung di respon pihak NASA. Pihak NASA bahkan memberikan apresiasi dan merespon laporan tersebut melalui surat elektronik.

NASA mengakui upaya penerima penghargaan sebagai peneliti keamanan independen, peneliti tersebut mengikuti pedoman kebijakan pengungkapan kerentanan, serta kerentanan yang dilaporkan membantu NASA melindungi integritas dan ketersediaan informasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Continue copy, click home