CYBERSULUT.NET – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menjalin kerja sama dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Polimdo, Senin (2/11/2026).
Kerja sama ini menjadi peluang bagi mahasiswa Polimdo untuk mengenal kebutuhan industri sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
Direktur Polimdo, Mareyke Alelo, MBA, menegaskan pentingnya mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menunjukkan kompetensi, sikap profesional, serta kesiapan diri.
Dalam sambutannya, Alelo mengatakan Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa, termasuk potensi industri di Morowali, Weda, dan Papua. Namun, kekayaan tersebut harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang mampu memenuhi kebutuhan industri.
Menurutnya, mahasiswa vokasi perlu memiliki pola pikir positif, tidak mudah menyalahkan keadaan, serta mampu mengambil peluang yang tersedia.
“Indonesia ini sebenarnya sangat kaya. Kita memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Karena itu, generasi muda harus mampu melihat peluang dan mempersiapkan diri untuk mengambil bagian dalam pembangunan,” ujar Alelo.
Mareyke juga mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya mengandalkan ijazah dan kemampuan akademik ketika memasuki dunia kerja. Kemampuan mempresentasikan diri, berkomunikasi, serta menunjukkan pengalaman dan hasil pekerjaan menjadi faktor penting dalam proses rekrutmen.
Mareyke menekankan bahwa mahasiswa harus mampu menjelaskan secara lengkap kompetensi yang dimiliki, termasuk keterampilan teknis, pengalaman mengerjakan proyek, serta kemampuan mengoperasikan peralatan atau teknologi tertentu.
“Ketika mengikuti wawancara, jangan hanya mengatakan bisa. Tunjukkan buktinya. Kalau pernah membuat proyek, membawa prototipe, atau memiliki hasil pekerjaan, tunjukkan kepada perusahaan. Dengan begitu, perusahaan dapat melihat secara langsung kemampuan yang kita miliki,” jelas Mareyke.
Selain kompetensi teknis atau hard skill, Alelo menilai mahasiswa juga perlu memperkuat soft skill, seperti komunikasi, pengambilan keputusan, sikap profesional, dan kemampuan beradaptasi.
Mareyke turut mengingatkan pentingnya menjaga penampilan, kerapian, serta sikap ketika mengikuti wawancara kerja. Menurutnya, hal-hal sederhana tersebut dapat memberikan kesan positif kepada calon pemberi kerja.
Mareyke menyampaikan bahwa Polimdo sebagai institusi pendidikan vokasi memiliki filosofi untuk menyiapkan lulusan yang mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri.
“Politeknik tidak dirancang hanya untuk berteori, tetapi untuk mempersiapkan mahasiswa agar memiliki keterampilan dan bisa memperoleh pekerjaan secepat mungkin. Karena itu, kompetensi yang dimiliki harus sesuai dengan kebutuhan industri,” tegasnya.
Dirinya berharap kerja sama dengan IMIP tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi dapat berlanjut melalui berbagai kegiatan pembekalan bagi mahasiswa, termasuk kuliah umum yang menghadirkan pihak industri untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai kompetensi yang dibutuhkan perusahaan.
Mareyke juga berharap IMIP dapat memberikan masukan kepada Polimdo mengenai standar keterampilan, sikap, dan karakter tenaga kerja yang diharapkan industri, sehingga proses pembelajaran dapat semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Anak-anak kita sudah memiliki hard skill, tetapi perlu juga dibekali kemampuan komunikasi, pengambilan keputusan, dan keterampilan berinteraksi. Kami berharap pihak IMIP bisa berbagi pengalaman dan memberikan tips kepada mahasiswa agar mereka lebih siap menghadapi dunia kerja,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Alelo mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan yang hadir melalui kerja sama tersebut dengan mempersiapkan diri secara maksimal.
“Be ready and be prepared. Masa depan sedang menanti kalian. Persiapkan diri dengan baik, tunjukkan kemampuan, dan manfaatkan setiap kesempatan yang ada,” pungkasnya.


















