Kolaborasi Polimdo dan Vena Energy Jadi Langkah Siapkan SDM Energi Terbarukan

CYBERSULUT.NET – Kerja sama antara perguruan tinggi dan industri energi terbarukan dinilai penting untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.

Hal tersebut disampaikan Community Officer Vena Energy, Mika Wangania, usai Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Politeknik Negeri Manado dan PT Infrastruktur Terbaruka Lestari (Vena Energy), Kamis (17/9/2026).

Menurut Mika, sektor energi terbarukan ke depan akan terus berkembang dan membutuhkan lebih banyak tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai. Karena itu, keterlibatan perguruan tinggi menjadi salah satu bagian penting dalam menyiapkan talenta-talenta muda.

“Akan ada banyak proyek-proyek tentang energi terbarukan. Kalau ada kerja sama antara perusahaan dengan akademisi, itu membantu supaya talenta-talenta muda lebih siap menghadapi kebutuhan industri ke depan,” ujar Mika.

Mika menjelaskan, kerja sama tersebut berawal dari permintaan pihak kampus yang kemudian direspons oleh perusahaan. Namun, menurutnya, kerja sama ini juga sejalan dengan kebutuhan industri energi terbarukan terhadap tenaga kerja yang kompeten.

“Kami dari perusahaan merespons permintaan dari kampus untuk adanya MoU ini. Tetapi selain itu, kami juga melihat kerja sama ini akan membantu industri energi terbarukan ke depan, karena akan ada banyak talenta yang kami butuhkan,” jelasnya.

Mikha mengatakan, salah satu bentuk program yang telah dijalankan Vena Energy melalui PLTS Likupang adalah pengembangan talenta perempuan di sektor energi. Program tersebut diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa memperoleh pengalaman kerja sekaligus sertifikasi melalui kegiatan magang.

“Beberapa tahun belakangan ini kami memang mempersiapkan talenta, khususnya perempuan, di industri yang mayoritas masih banyak laki-laki,” katanya.

Untuk program tersebut, Vena Energy menargetkan sebanyak 10 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Utara. Namun, karena jumlah peserta dari kampus-kampus di Sulut belum memenuhi target, perusahaan juga membuka kesempatan bagi mahasiswa dari luar daerah, termasuk Makassar.

“Targetnya 10 mahasiswa. Karena dari Sulawesi Utara belum mencukupi kuota, akhirnya ada juga mahasiswa dari Makassar yang bisa kami terima,” ungkapnya.

Mika menambahkan, mahasiswa yang mengikuti program magang akan ditempatkan pada bidang yang berkaitan dengan operasional PLTS Likupang. Untuk tahap awal, program tersebut lebih diarahkan kepada mahasiswa dari bidang Teknik Mesin dan Teknik Elektro yang memiliki mata kuliah atau kompetensi yang relevan dengan pekerjaan di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan mendapatkan pendampingan langsung dari karyawan Vena Energy yang bekerja di PLTS Likupang. Setiap mahasiswa akan mendapatkan mentor selama menjalani proses magang.

“Fokusnya sekarang di operasional, terutama Teknik Mesin dan Teknik Elektro yang mata kuliahnya berkesinambungan dengan operasional. Nantinya teman-teman mahasiswa akan dipersiapkan oleh karyawan yang ada di PLTS dan masing-masing akan memiliki mentor,” jelas Mika.

Terkait peluang mahasiswa untuk direkrut menjadi karyawan setelah menyelesaikan magang, Mika mengatakan seluruh peserta tetap akan melalui proses evaluasi. Mahasiswa yang menunjukkan potensi dan kemampuan selama mengikuti program akan mendapatkan rekomendasi.

Meski demikian, proses penerimaan sebagai karyawan tetap mengikuti mekanisme dan sistem rekrutmen yang berlaku di Vena Energy.

“Semua tetap dievaluasi. Untuk mahasiswa yang berpotensi, kami tetap membuka kesempatan. Kalau rekrutmen, Vena Energy memiliki sistem sendiri. Jadi, pengalaman magang ini hanya bisa menjadi dasar untuk memberikan rekomendasi,” terangnya.

Mika menambahkan, mahasiswa yang dinilai memiliki potensi tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja, tetapi juga sertifikasi yang dapat menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja, baik di Vena Energy maupun perusahaan lainnya.

“Yang potensial tetap kami rekomendasikan dan juga mendapatkan sertifikasi. Jadi, apakah nantinya mereka masuk ke Vena Energy atau perusahaan lain, sertifikasi itu tetap menjadi bekal bagi mereka,” pungkasnya.

Melalui kerja sama tersebut, Vena Energy berharap program pengembangan talenta tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi dapat berlanjut melalui program magang, pendampingan, sertifikasi, serta penguatan kompetensi mahasiswa sesuai kebutuhan industri energi terbarukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Continue copy, click home