MoA Polimdo dan BPBAT Tatelu Jadi Langkah Strategis Perkuat Link And Match Dengan Industri

CYBERSULUT.NET – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) terus memperkuat sinergi dengan dunia industri dan dunia kerja melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) bersama Balai Perikanan Budi Daya Air Tawar (BPBAT) Tatelu, Kamis (9/7/2026).

Direktur Politeknik Negeri Manado, Mareyke Alelo, MBA, menegaskan bahwa kerja sama merupakan bagian penting dari filosofi pendidikan vokasi yang mengedepankan konsep link and match dengan dunia industri.

“Kita membutuhkan kerja sama yang kuat. Tanpa kerja sama, politeknik tidak akan mampu berkembang secara optimal. Lulusan politeknik tidak hanya dipersiapkan menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi juga harus mampu menjadi pencipta lapangan kerja (job creator),” ujar Alelo dalam sambutannya.

Menurutnya, kolaborasi dengan BPBAT Tatelu diharapkan membuka lebih banyak ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktik, pelatihan, penelitian terapan, hingga pengembangan jiwa kewirausahaan.

Alelo menjelaskan, kerja sama tersebut sejalan dengan arah pengembangan pendidikan vokasi yang menekankan keterkaitan antara kampus dan dunia usaha, sehingga lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Melalui kerja sama ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar, tetapi juga mampu membangun kemandirian dan menciptakan peluang usaha yang berdampak bagi masyarakat,” kata Alelo.

Alelo menambahkan, Politeknik Negeri Manado saat ini memiliki enam jurusan dengan 21 program studi yang seluruhnya diarahkan untuk menghasilkan lulusan siap kerja dan siap berwirausaha. Bahkan, di sejumlah program studi, mahasiswa telah direkrut perusahaan sejak menjalani masa magang.

Sementara itu, Kepala Balai Perikanan Budi Daya Air Tawar Tatelu, Christian Maikel Eman, mengatakan kerja sama tersebut menjadi kolaborasi perdana antara BPBAT Tatelu dan Politeknik Negeri Manado. Ia berharap kemitraan ini dapat berkembang menjadi program nyata yang memberikan manfaat bagi kedua institusi.

Christian menjelaskan, BPBAT Tatelu merupakan Unit Pelaksana Teknis di bawah Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dengan wilayah kerja yang mencakup 14 Provinsi, mulai dari Sulawesi, Maluku Utara, Maluku hingga Papua.

Balai tersebut berfokus pada pengembangan perikanan budi daya air tawar melalui produksi dan distribusi benih ikan.

“Tahun ini kami menargetkan produksi sekitar 12,2 juta ekor benih ikan yang akan disalurkan ke berbagai wilayah kerja. Beberapa waktu lalu kami telah mendistribusikan benih ke Poso dan Palu, selanjutnya akan dikirim ke Pasangkayu, Sulawesi Barat, hingga Merauke sebagai bagian dari pelaksanaan program kami,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, sebelum penandatanganan MoA dilakukan, komunikasi antara kedua institusi telah terjalin dengan baik. Bahkan, kerja sama tersebut mendapat dorongan dari pimpinan di Kementerian Kelautan dan Perikanan agar kolaborasi dengan perguruan tinggi terus diperkuat.

“Kami berharap sinergi ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi berlanjut melalui kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan sumber daya manusia di bidang perikanan budi daya,” ujar Christian.

Alelo berharap kerja sama dengan BPBAT Tatelu menjadi awal terbentuknya ekosistem yang semakin kuat antara perguruan tinggi vokasi dan dunia industri, sekaligus mempercepat transfer teknologi, peningkatan kompetensi mahasiswa, serta pengabdian kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Continue copy, click home