Terpukau Inovasi AI Polimdo, Juri China Nilai Potensi Isu Paten, Keamanan dan Komersialisasi

CYBERSULUT.NET – Prestasi tim peneliti Politeknik Negeri Manado (Polimdo) dalam ajang 15th China Innovation and Entrepreneurship Competition 2026 tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dunia pendidikan tinggi Sulawesi Utara, tetapi juga memperlihatkan potensi inovasi teknologi perguruan tinggi Indonesia untuk bersaing di tingkat internasional.

Di balik pencapaian tersebut, terdapat perjuangan panjang yang harus dilalui tim peneliti Polimdo. Mulai dari perjalanan melelahkan menuju lokasi kompetisi di Suzhou, kendala komunikasi akibat perbedaan bahasa, keterbatasan fasilitas presentasi, hingga persaingan ketat dengan ribuan proyek inovasi dari berbagai negara.

Tim yang dipimpin Ir. Rudolf Estephanus Golioth Mait, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., bersama Farly Kalumata, S.ST., M.T. dan Steven Richard Kamurahan, S.T., M.Ars., harus melewati berbagai tahapan seleksi sebelum akhirnya berkesempatan tampil dalam presentasi final.

Anggota tim, Farly Kalumata mengungkapkan kompetisi tersebut diikuti sekitar 1.600 proyek dari seluruh dunia, termasuk peserta dari Tiongkok sebagai tuan rumah. Sebanyak 635 proyek di antaranya berasal dari luar Tiongkok.

Setelah melalui proses seleksi yang ketat, kompetisi akhirnya mengerucut hingga tersisa delapan tim yang berhak mengikuti presentasi final. Sebelum bertolak ke Tiongkok, tim Polimdo diketahui berada pada peringkat ke-12 dunia.

Perjuangan semakin berat ketika tim harus menghadapi perjalanan panjang dari Guangzhou menuju Suzhou. Mereka tiba di Guangzhou sekitar pukul 19.00 waktu setempat, kemudian melanjutkan perjalanan hingga tiba di bandara Suzhou sekitar pukul 00.30.

Perjalanan menuju hotel masih membutuhkan waktu lebih dari satu jam sehingga tim baru tiba sekitar pukul 02.30 dini hari.

Kondisi fisik yang belum pulih sepenuhnya menjadi tantangan tersendiri. Apalagi, jadwal presentasi yang awalnya direncanakan pada pagi hari kemudian diubah menjadi pukul 15.30 pada hari yang sama.

“Kondisi fisik tentu menjadi tantangan karena kami masih mengalami kelelahan akibat perjalanan panjang,” ungkap Farly.

Tantangan berikutnya adalah perbedaan bahasa. Presentasi dilakukan menggunakan bahasa Inggris, sementara para panelis menggunakan bahasa Mandarin.

Meskipun panitia menyediakan interpreter, penerjemah tersebut baru tiba sekitar lima menit sebelum presentasi dimulai. Kondisi ini membuat tim tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan koordinasi dan persiapan komunikasi.

Situasi semakin menantang karena peserta tidak diperbolehkan membawa perangkat elektronik, termasuk telepon genggam dan jam tangan, ke dalam ruang presentasi.

Farly bersama Steven akhirnya harus mengandalkan kemampuan komunikasi dan pendampingan interpreter untuk menjawab seluruh pertanyaan juri. Mereka mendengarkan pertanyaan dalam bahasa Mandarin, menunggu terjemahan, kemudian memberikan jawaban dalam bahasa Inggris untuk diterjemahkan kembali.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, tim Polimdo berhasil menyelesaikan seluruh sesi presentasi sesuai batas waktu yang ditentukan.

Menariknya, setelah presentasi berakhir, dua orang juri bahkan mendatangi tim di luar ruang presentasi untuk mengajukan sejumlah pertanyaan tambahan. Hal ini memperlihatkan adanya ketertarikan terhadap inovasi teknologi yang dikembangkan Polimdo.

Pertanyaan para juri tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga menyentuh aspek strategis pengembangan teknologi, mulai dari status paten, perlindungan kekayaan intelektual, keamanan operasional, hingga peluang penelitian dan pengembangan lanjutan atau Research and Development (R&D).

Farly menjelaskan bahwa teknologi yang dikembangkan tim Polimdo saat ini belum dipatenkan. Namun, perlindungan kekayaan intelektual menjadi salah satu rencana tindak lanjut setelah kembali ke Indonesia.

Para juri juga mempertanyakan aspek keamanan teknologi, khususnya kemungkinan penyalahgunaan apabila sistem tersebut digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Menanggapi hal itu, Farly menjelaskan bahwa pengoperasian drone harus mengikuti ketentuan yang berlaku. Pilot drone perlu memiliki sertifikasi, sedangkan pengambilan data di lokasi proyek harus memperhatikan perizinan dan regulasi pihak berwenang, termasuk AirNav Indonesia.

Selain itu, para juri turut menggali kemungkinan pengembangan teknologi melalui penelitian lanjutan, sekalipun inovasi tersebut nantinya telah memperoleh perlindungan paten.

Menurut Farly, pihak industri di Tiongkok menunjukkan ketertarikan terhadap teknologi yang dikembangkan Polimdo karena dinilai masih memiliki peluang untuk disempurnakan dan dikembangkan lebih jauh.

Inovasi tersebut mengintegrasikan sistem autonomous dengan dukungan teknologi satelit dan drone. Pengembangan ini menjadi menarik di tengah kemajuan teknologi alat berat otonom di Tiongkok, termasuk excavator autonomous.

Bahkan, proyek excavator autonomous yang dipresentasikan dalam kompetisi tersebut berhasil meraih juara pertama.

Saat tim Polimdo mempresentasikan inovasinya, sekitar 20 orang terlihat serius mengikuti pemaparan. Mereka menunjukkan perhatian terhadap teknologi yang ditawarkan dan berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan untuk diperkenalkan kembali pada kompetisi berikutnya.

Ketertarikan juga muncul dari sisi potensi komersialisasi. Para juri ingin mengetahui apakah terdapat peluang kerja sama dengan industri Tiongkok apabila teknologi tersebut nantinya dikembangkan menjadi produk komersial.

Farly menjelaskan, pihaknya belum dapat memberikan keputusan langsung karena kerja sama tersebut merupakan kewenangan pimpinan institusi. Namun, ketertarikan pihak industri akan disampaikan kepada pimpinan Polimdo sebagai bahan pertimbangan untuk tindak lanjut.

Di tengah berbagai tantangan dan proses panjang tersebut, pengumuman hasil kompetisi menjadi momen emosional bagi seluruh anggota tim.

Farly mengaku, sebelumnya mereka hanya berharap dapat masuk lima atau enam besar. Bahkan, hasil yang diperoleh jauh melampaui perkiraan awal.

Informasi hasil kompetisi diterima melalui aplikasi WeChat pada malam hari. Karena pengumuman menggunakan bahasa Mandarin, mereka harus menerjemahkannya hingga dua kali untuk memastikan informasi yang diterima.

“Ekspresi pertama kami adalah menangis. Air mata langsung jatuh karena kami menyadari perjuangan yang telah dilalui. Dalam waktu sekitar satu setengah bulan, Tuhan memberikan kesempatan dan hasil yang luar biasa bagi tim kami,” tutur Farly.

Pengalaman di Tiongkok juga memberikan pelajaran penting mengenai perkembangan teknologi dan ekosistem industri global.

Farly mengungkapkan, sebelum berangkat, dirinya mengenal perusahaan seperti SANY dan SCMG sebagai perusahaan yang bergerak di bidang alat berat dan mesin konstruksi. Namun, setelah melihat langsung perkembangan industri di sana, ia menyadari bahwa kemampuan teknologi perusahaan-perusahaan tersebut jauh lebih luas.

Ekosistem industri Tiongkok telah berkembang ke berbagai sektor, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), teknologi satelit hingga pengembangan teknologi luar angkasa.

Penerapan deep learning dan machine learning bahkan telah terintegrasi dalam berbagai aktivitas industri. AI tidak lagi sekadar menjadi teknologi pendukung, tetapi sudah menjadi bagian dari sistem dan mesin untuk menyelesaikan berbagai persoalan industri.

Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran berharga bagi tim Polimdo bahwa persaingan teknologi internasional membutuhkan inovasi berkelanjutan, penguasaan teknologi mutakhir, serta kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri.

Bagi Polimdo, pencapaian dalam kompetisi internasional ini bukan hanya tentang prestasi dan pengakuan dunia. Lebih dari itu, keberhasilan tersebut membuka peluang pengembangan riset, perlindungan kekayaan intelektual, serta potensi kerja sama dengan industri lintas negara.

Inovasi yang dikembangkan dari perguruan tinggi daerah di Sulawesi Utara ini diharapkan tidak berhenti pada panggung kompetisi, tetapi dapat terus disempurnakan menjadi teknologi yang memiliki nilai manfaat, peluang komersial dan daya saing global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Continue copy, click home