CYBERSULUT.NET – Kepedulian terhadap anak-anak di kawasan Pasar Bersehati Kota Manado, yang masih minim akses pendidikan formal mendorong mahasiswa Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Manado (Polimdo) untuk mengambil langkah nyata.
Inisiatif tersebut disampaikan oleh Ketua Divisi Pengabdian kepada Masyarakat Himaju Akuntansi Polimdo, Frisca Cicilia Arvian Hartono saat melakukan kunjungan perdana ke Komunitas Dinding Manado, Selasa (21/04/2026).
Bersama Ketua Himaju Akuntansi Polimdo, Sweetie Marsha Mahaling, Frisca menjelaskan kepada media bahwa sebagian anak di wilayah tersebut lebih banyak menghabiskan waktu membantu orang tua berdagang. Aktivitas harian itu turut memengaruhi perilaku mereka, yang kerap kurang terarah, termasuk dalam cara berkomunikasi hingga sering terjadi perselisihan antar teman.
“Kami melihat langsung kondisi mereka yang membutuhkan perhatian bersama. Anak-anak sering berbicara kurang pantas dan kerap terlibat konflik,” ungkap keduanya.
Mereka menilai, situasi tersebut tidak terlepas dari berbagai keterbatasan, baik dari sisi administrasi maupun ekonomi, yang menghambat anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Sebelum menggagas program pengabdian jangka panjang, Sweetie mengaku pernah berpartisipasi dalam kegiatan belajar bersama melalui English Club Polimdo. Pengalaman singkat itu justru meninggalkan kesan mendalam baginya.
“Ada rasa berat ketika harus berhenti. Padahal, mereka memiliki keinginan belajar yang tinggi meski dalam kondisi terbatas,” tuturnya.
Pengalaman tersebut menjadi titik awal munculnya komitmen. Saat dipercaya memimpin Himaju, Sweetie kemudian menjadikan program pengabdian sebagai fokus utama dengan menggandeng Komunitas Dinding Manado.
“Kami ingin berkontribusi agar anak-anak ini bisa berkembang dan memiliki wawasan yang lebih luas,” jelasnya.
Program tersebut dirancang berjalan selama satu tahun. Durasi yang cukup panjang dipilih agar pembinaan yang dilakukan benar-benar memberikan dampak berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan sesaat.
Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga mendapatkan pelajaran berharga tentang arti kepedulian dan kebersamaan.
“Kami merasa senang setiap kali bertemu mereka. Semangat belajar anak-anak justru memotivasi kami,” kata Frisca.
Untuk menjaga semangat belajar, para mahasiswa bahkan secara sukarela mengumpulkan dana guna menyediakan makanan ringan bagi anak-anak di setiap pertemuan.
Materi pembelajaran disusun bersama pihak komunitas, mencakup berbagai bidang seperti seni, matematika, bahasa Inggris dasar, hingga pembentukan karakter. Kelas dibagi sesuai jenjang, mulai dari usia PAUD hingga tingkat lanjut.
Frisca yang mengampu pelajaran matematika mengaku sempat merasa ragu di awal. Namun, kekhawatiran tersebut hilang setelah melihat antusiasme para peserta.
“Mereka cepat menangkap materi, bahkan meminta soal tambahan. Itu sangat mengesankan,” ujarnya.
Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga diharapkan mampu membentuk karakter yang lebih baik serta membuka peluang masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak tersebut.
“Kami berharap suatu saat nanti mereka bisa meraih kesuksesan dan kembali membantu generasi berikutnya,” ucap keduanya.
Ketua Jurusan Akuntansi Polimdo, Raymond Festus Rombot, SE., MSI memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia menilai kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini membantu meningkatkan kemampuan anak-anak sekaligus menumbuhkan motivasi untuk kembali menempuh pendidikan,” katanya.
Menurutnya, bekal keterampilan dan rasa percaya diri akan menjadi kunci bagi anak-anak untuk keluar dari keterbatasan yang mereka hadapi.
Apresiasi juga datang dari pihak komunitas. Humas Komunitas Dinding Manado, Viktor Edwin Ohoiwutun yang juga pernah menjabat sebagai ketua periode 2023–2024, mengungkapkan rasa bangganya terhadap konsistensi mahasiswa.
“Awalnya kami memperkirakan mereka hanya bertahan sebentar, namun hingga kini mereka tetap mendampingi anak-anak. Ini sangat luar biasa,” ujarnya.
Viktor menambahkan, kontribusi mahasiswa tidak hanya terlihat dalam proses belajar mengajar, tetapi juga dalam penyusunan materi yang dilakukan dengan penuh dedikasi.
Bagi Komunitas Dinding Manado, kehadiran Himaju Akuntansi Polimdo bukan sekadar bentuk bantuan, melainkan simbol harapan bahwa kepedulian masih tumbuh di tengah berbagai keterbatasan.


















