CYBERSULUT.NET – Pemerintah Iran hingga saat ini belum memberikan keputusan final mengenai lokasi dan waktu pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei. Ketidakpastian ini memicu spekulasi global mengenai stabilitas internal rezim di tengah gempuran konflik yang masih membayangi kawasan tersebut.
Senin (20/4/2026), laporan dari berbagai sumber internasional, termasuk NDTV dan Hindustan Times, menyoroti kegagalan otoritas Teheran dalam menyelenggarakan seremoni penghormatan terakhir bagi Khamenei, yang dilaporkan tewas akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada akhir Februari lalu.
Behnam Taleblu dari Foundation for Defense of Democracies (FDD) menyatakan bahwa Teheran berada dalam posisi yang sangat lemah.
“Rezim terlalu takut untuk mengambil risiko. Mengadakan pemakaman megah seperti saat wafatnya Ayatollah Khomeini tahun 1989 adalah kemewahan yang tidak bisa mereka tanggung saat ini,” ujar Taleblu dalam analisisnya yang dimuat New York Post.
Ada tiga alasan utama yang diduga menjadi penyebab penundaan ini, seperti ancaman serangan Israel sert bisa menjadi ajang protes nasionalis oleh rakyat Iran yang tidak puas dengan kondisi ekonomi dan politik saat ini.
Faktor lainnya terkait masih absennya Mojtaba Khamenei, sosok yang digadang-gadang sebagai penerus Mojtaba Khamenei, belum menampakkan diri secara publik selama berminggu-minggu, memicu pertanyaan besar mengenai soliditas kepemimpinan baru.
Situasi saat ini sangat kontras dengan pemakaman Ayatollah Ruhollah Khomeini pada tahun 1989. Kala itu, Iran yang baru saja keluar dari perang dengan Irak mampu mengerahkan jutaan warga ke jalanan Teheran dalam suasana yang sangat terkendali.
Saat ini, dengan adanya pemadaman internet (internet blackout) yang telah berlangsung selama 50 hari, analis melihat bahwa rezim sedang mencoba menutupi kerapuhan internal mereka dari mata dunia.
Kantor berita Fars News sempat melaporkan pada awal Maret bahwa Khamenei kemungkinan besar akan dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad. Kota yang terletak di timur laut Iran ini dianggap lebih aman karena lokasinya yang jauh dari perbatasan dan jangkauan langsung serangan udara Israel dibandingkan Teheran.
Namun, hingga berita ini diturunkan, pengumuman resmi mengenai prosesi pemakaman tersebut tak kunjung datang. Dunia kini menunggu, apakah Teheran akan mampu melakukan transisi kekuasaan secara tenang, ataukah penundaan pemakaman ini merupakan pertanda runtuhnya kontrol rezim atas negara tersebut.


















