CYBERSULUT.NET – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Sulawesi Utara bersama akademisi dari sejumlah perguruan tinggi di Sulawesi Utara menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema “Literasi Perpajakan untuk Kepatuhan Pajak”.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Pinasungkulan, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, pada Sabtu (25/7/2026), sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perpajakan sekaligus mendorong kesadaran untuk memenuhi kewajiban perpajakan.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, Ketua IAI Wilayah Sulawesi Utara Dr. Hendrik Gamaliel, SE., M.Si., Ak., CA., didampingi Semuel H. Corneles, SE., MSA., Ak., CA., BKP.
Dalam pemaparan materi, kedua narasumber menekankan pentingnya pajak dalam mendukung penyelenggaraan kehidupan bernegara serta pembangunan nasional. Masyarakat juga diajak untuk membangun budaya sadar pajak sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
Tingkatkan Literasi Perpajakan Masyarakat
Literasi perpajakan dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat. Melalui kegiatan ini, warga tidak hanya diperkenalkan pada konsep dan kewajiban perpajakan, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai peran pajak dalam mendukung pembangunan.
Materi disampaikan dengan pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami, sehingga berbagai persoalan perpajakan yang selama ini dianggap kompleks dapat dipahami secara lebih praktis oleh masyarakat.
Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa membayar pajak bukan semata-mata kewajiban administratif, melainkan salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat kegiatan yang dituangkan melalui tagline “Bersama Pajak, Kita Bangun Desa, Kita Bangun Negeri.”
Kolaborasi Akademisi Lintas Perguruan Tinggi
Kegiatan PkM ini melibatkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Utara. Selain IAI Wilayah Sulawesi Utara, kegiatan turut didukung oleh dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), di antaranya Priscillia Weku.
Dukungan juga datang dari akademisi Universitas Negeri Manado (Unima), yakni Meidy S.S. Kantohe dan Jaqueline E.M. Tangkau.
Keterlibatan akademisi dari Politeknik Negeri Manado turut memperkuat pelaksanaan kegiatan. Tim Polimdo terdiri atas Yelly Paendong, Stevie Kaligis, Prof. Heidi D. Rumambi, Anita Wauran, Decire Dumingkan Wagiu, Treesje L. Runtuwene, Jufry Rompas, Jeane Christine Lasut, Lidya Maramis, dan Jacqueline G. Wenas.
Selain itu, kegiatan turut melibatkan akademisi dari Universitas Katolik De La Salle, yakni Steify Sepang, Universitas Klabat (Unklab) Ferry Tulung, serta Mecky Wurangian dari STBM.
Kolaborasi lintas perguruan tinggi tersebut menunjukkan adanya sinergi antara organisasi profesi akuntan dan dunia pendidikan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya melalui edukasi dan peningkatan pemahaman perpajakan.
Bangun Kesadaran, Bukan Sekadar Sampaikan Materi
Ketua IAI Wilayah Sulawesi Utara, Dr. Hendrik Gamaliel, menjadi salah satu penggerak dalam kegiatan tersebut. Kehadiran IAI di tengah masyarakat desa diharapkan dapat memperluas peran organisasi profesi akuntan, tidak hanya dalam pengembangan profesi, tetapi juga melalui edukasi dan kontribusi sosial.
Sementara itu, Semuel H. Corneles, SE., MSA., Ak., CA., BKP., memberikan penguatan dari perspektif perpajakan. Dengan demikian, masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih aplikatif mengenai kewajiban dan kepatuhan pajak.
Melalui penyampaian materi serta interaksi langsung dengan masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan berbagai pertanyaan dan persoalan perpajakan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Diharapkan Memberikan Dampak Berkelanjutan
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga diharapkan memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Pinasungkulan.
Peningkatan literasi perpajakan di tingkat masyarakat diharapkan dapat mendorong kesadaran untuk memenuhi kewajiban perpajakan secara benar, tepat waktu, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pemahaman perpajakan yang semakin baik juga diharapkan dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan desa maupun pembangunan nasional.
Kolaborasi antara IAI Sulawesi Utara, akademisi Unsrat, Unima, Politeknik Negeri Manado, Unklab, Universitas Katolik De La Salle, STBM, serta masyarakat Desa Pinasungkulan menjadi gambaran bahwa organisasi profesi dan perguruan tinggi dapat mengambil peran strategis dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan bertema “Literasi Perpajakan untuk Kepatuhan Pajak”, para akuntan dan akademisi menegaskan pentingnya menghadirkan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah masyarakat.
Dari literasi menuju kepatuhan, dari kepatuhan menuju kontribusi, dan dari kontribusi masyarakat menuju pembangunan desa dan negeri.


















