CYBERSULUT.NET – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mencatat capaian positif dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS di wilayahnya. Berdasarkan data terbaru per Juni 2026, sebanyak 1.511 Orang dengan HIV (ODHIV) di Sulawesi Utara dinyatakan memiliki viral load tersupresi. Kondisi ini berarti jumlah virus dalam tubuh pasien berhasil ditekan hingga tingkat yang sangat rendah berkat kepatuhan menjalani terapi antiretroviral (ARV).
Secara akumulatif, Dinkes Sulut mencatat ada 4.624 ODHIV yang kini telah mengetahui status kesehatan mereka. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.889 orang di antaranya sudah aktif mengakses pengobatan medis menggunakan ARV.
Untuk mengukur efektivitas pengobatan, sebanyak 1.596 pasien telah melakukan pemeriksaan viral load (VL). Hasilnya sangat memuaskan, di mana mayoritas pasien (1.511 orang) berhasil mencapai supresi virus.
Kepala Dinas Kesehatan Sulut, Rima Lolong menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata pentingnya deteksi dini dan kedisiplinan dalam mengonsumsi obat.
“Semakin cepat seseorang mengetahui status HIV-nya, maka semakin cepat pula bisa mendapatkan pengobatan ARV. Dengan kepatuhan minum obat, viral load dapat ditekan hingga tersupresi sehingga kualitas hidup pasien menjadi lebih baik dan risiko penularan juga dapat ditekan,” ujar Rima Lolong kepada media.
Guna mengejar target penanggulangan yang lebih masif, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus memperluas akses layanan tes HIV di berbagai fasilitas kesehatan. Langkah ini dibarengi dengan penguatan pendampingan bagi pasien dan jaminan ketersediaan stok obat ARV secara berkelanjutan.
Rima Lolong mengingatkan bahwa tantangan terbesar dalam penanganan HIV/AIDS bukan hanya soal pemenuhan logistik medis, melainkan juga masalah sosial. Stigma negatif yang masih melekat di masyarakat kerap kali menjadi penghambat utama warga untuk memeriksakan diri secara dini.
“Kolaborasi seluruh pihak, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah daerah, hingga masyarakat sangat diperlukan untuk menghilangkan stigma terhadap ODHIV. Target kami adalah semakin banyak masyarakat yang sadar, memperoleh pengobatan tepat waktu, dan mempertahankan kepatuhan terapi,” tukasnya.
Sebagai bagian dari kampanye pencegahan, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk kembali menyegarkan pemahaman mengenai jalur penularan virus HIV. Pemahaman yang benar diharapkan dapat melindungi diri sekaligus menghentikan diskriminasi terhadap ODHIV.
Bagaimana HIV Menular?
- Hubungan seksual (anal dan vagina) tanpa menggunakan pengaman (kondom).
- Transfusi darah atau transplantasi organ dari donor yang terinfeksi.
- Penggunaan jarum suntik secara bergantian atau tidak steril.
- Penularan dari ibu ke bayi selama proses kehamilan, persalinan atau masa menyusui.
Mitos yang Salah (HIV Tidak Menular Melalui):
- Bersentuhan, berpelukan, bersalaman, atau berciuman.
- Berbagi alat makan dan minum bersama.
- Menggunakan fasilitas kamar mandi atau kolam renang yang sama.
- Gigitan nyamuk atau serangga lainnya.
- Tinggal satu atap atau serumah bersama ODHIV.
Dengan tercapainya angka supresi virus yang tinggi pada ribuan ODHIV di Sulawesi Utara, harapan untuk memutus rantai penularan baru kini semakin terbuka lebar. Syaratnya tunggal: temukan sedini mungkin, obati segera, dan dampingi tanpa stigma.


















