CYBERSULUT.NET – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Polimdo Tahun 2025–2029”, Selasa (11/8/2026), bertempat di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Polimdo.
Dalam FGD tersebut, Kepala Jurusan (Kajur) Elektro Polimdo, Marson James Budiman, SST., MT., menyampaikan pentingnya penguatan hilirisasi hasil riset mahasiswa agar tidak berhenti pada lingkungan akademik, tetapi dapat direalisasikan menjadi solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat, pemerintah maupun dunia industri.
Marson menjelaskan, berbagai hasil pembelajaran dan riset mahasiswa diharapkan dapat diarahkan menjadi produk atau inovasi yang mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan, termasuk dalam bidang infrastruktur, teknologi, kebencanaan, energi, hingga pemberdayaan masyarakat.
“Luaran yang kami hasilkan sebenarnya bukan hanya untuk mahasiswa. Hasil belajar dan riset mahasiswa harus bisa direalisasikan menjadi sesuatu yang dapat diterapkan pada infrastruktur maupun kebutuhan industri,” ujarnya.
Menurutnya, Jurusan Elektro Polimdo telah melakukan sejumlah pengembangan dan penelitian yang berorientasi pada penyelesaian masalah di masyarakat. Beberapa di antaranya berkaitan dengan pengembangan sistem kelistrikan, teknologi untuk mendukung masyarakat di wilayah tertentu, hingga pengembangan sistem informasi dan teknologi untuk kebutuhan pemerintah daerah.
Merson menambahkan, pengembangan teknologi juga diarahkan untuk mendukung sektor ekonomi masyarakat. Salah satu konsep yang didorong adalah bagaimana teknologi yang dihasilkan dapat membantu masyarakat mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sehingga inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi memberikan dampak ekonomi secara langsung.
Selain itu, Jurusan Elektro juga mengembangkan berbagai perangkat dan sistem yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian, kesehatan, pendidikan, serta penanggulangan bencana.
Marson menilai, pengembangan riset dan inovasi tersebut membutuhkan dukungan serta kolaborasi yang lebih kuat dengan pemerintah daerah, pemerintah kota, maupun pihak swasta.
“Yang kami butuhkan adalah bagaimana membangun link and match dengan mitra. Ketika kami memiliki produk atau hasil penelitian, bagaimana pemerintah daerah dan mitra dapat membuka ruang sehingga hasil tersebut bisa diimplementasikan,” katanya.
Merson mengakui, salah satu tantangan dalam proses hilirisasi adalah adanya perbedaan sistem dan kebijakan yang diterapkan oleh masing-masing mitra. Karena itu, diperlukan komunikasi dan pemetaan kebutuhan mitra agar produk yang dikembangkan Polimdo benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Menurut Marson, hasil penelitian dan solusi yang dihasilkan perguruan tinggi seharusnya menjadi salah satu poin penting dalam membangun kerja sama dengan pemerintah maupun sektor swasta.
“Yang paling penting adalah hasil penelitian dan solusi yang kita tawarkan. Itu yang harus bisa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah, pemerintah kota maupun pihak swasta,” jelasnya.
Dirinya juga mencontohkan pengalaman ketika tim dari Polimdo turun langsung ke daerah untuk mengidentifikasi persoalan yang dihadapi masyarakat. Dari proses tersebut, pihaknya kemudian mencoba menawarkan solusi berbasis teknologi sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Pendekatan tersebut, lanjutnya, menjadi bagian dari upaya Polimdo untuk tidak hanya menghasilkan produk teknologi, tetapi juga memastikan produk tersebut benar-benar dapat digunakan dan memberikan manfaat.
“Jadi solusinya adalah bagaimana kita membangun kemitraan sejak awal. Kita turun melihat persoalan yang ada, kemudian hasil penelitian dan teknologi yang kita miliki diarahkan untuk menjawab persoalan tersebut,” tuturnya.
Marson berharap, penyusunan Renstra Polimdo 2025–2029 dapat semakin memperkuat arah pengembangan riset, inovasi, serta kerja sama dengan berbagai pihak. Dengan demikian, hasil penelitian dan pembelajaran di Polimdo dapat lebih banyak dihilirisasi menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat dan dunia industri.
“Visi kita bisa tercapai kalau hasil-hasil riset yang ada tidak hanya berhenti sebagai laporan, tetapi benar-benar dikembangkan, diterapkan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.


















