CYBERSULUT.NET – Kimi Antonelli, bintang muda Mercedes AMG Petronas, baru saja menancapkan dominasinya dengan kemenangan beruntun di GP China dan GP Jepang.
Kemenangan di Suzuka akhir pekan lalu tidak hanya mengukuhkan posisinya di puncak klasemen sementara dengan 71 poin, tetapi juga menjadikannya pemimpin klasemen termuda dalam sejarah Formula 1 pada usia 19 tahun 216 hari.
Antonelli sukses menggeser rekan setimnya sendiri, George Russell, yang kini harus puas membayangi di posisi kedua.
Ambisi Antonelli kini melampaui sekadar memenangi balapan. Dengan performa mobil Mercedes W17 yang tampak tak tertandingi di bawah regulasi teknis 2026, pertanyaan besar mulai muncul, apatkan ia menjadi juara dunia termuda sepanjang sejarah?
Hingga saat ini, rekor tersebut masih digenggam erat oleh Sebastian Vettel. Pada musim 2010, pembalap Jerman tersebut mengamankan gelar juara dunia pertamanya bersama Red Bull Racing dalam usia 23 tahun 134 hari.
Jika Antonelli mampu mempertahankan konsistensinya hingga akhir musim 2026 ini, ia akan mematahkan rekor Vettel dengan selisih usia yang sangat mencolok—hampir empat tahun lebih muda.
Meski berada di atas angin, jalan menuju tangga juara masih panjang. Tantangan terbesar Antonelli bukanlah hanya rival dari tim lain seperti Ferrari atau Red Bull, melainkan dinamika internal di dalam garasi Mercedes.
George Russell tentu tidak akan membiarkan gelar juara jatuh ke tangan “anak baru” begitu saja. Publik kini menanti apakah Mercedes akan menerapkan team order atau membiarkan kedua pembalapnya bertarung secara bebas (free-to-race).
Jika tren ini berlanjut, tanggal 25 Agustus 2026, saat Antonelli merayakan ulang tahunnya yang ke-20—bisa jadi akan menjadi awal dari perayaan gelar juara dunia yang paling bersejarah dalam sejarah otomotif dunia. Akankah sejarah tertulis ulang? Kita tunggu drama selanjutnya di sirkuit-sirkuit berikutnya.


















