CYBERSULUT.NET – Gubernur New York, Kathy Hochul, resmi menetapkan status darurat bencana di seluruh wilayah negara bagian akibat lonjakan kasus campak yang kian mengkhawatirkan. Langkah ini menjadi keputusan darurat pertama yang diambil oleh negara bagian di Amerika Serikat sejak tren kenaikan kasus mulai terlihat pada 2025.
Langkah tegas ini diambil guna menahan laju penularan penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi, khususnya di wilayah-wilayah pedesaan dengan cakupan vaksinasi yang masih rendah.
“Tidak seorang pun seharusnya jatuh sakit parah atau meninggal akibat penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin,” tegas Hochul dalam pernyataan resminya.
Hingga 3 Oktober 2026, New York mencatat sebanyak 108 kasus campak. Dari jumlah tersebut, 101 kasus ditemukan di luar Kota New York, di mana 92 kasus di antaranya terkonsentrasi di 18 county wilayah pedesaan sejak pertengahan Juli lalu. Sementara itu, Kota New York melaporkan tujuh kasus.
Kondisi serupa terjadi di negara bagian tetangga, Pennsylvania. Wilayah yang berbatasan langsung dengan New York tersebut mencatat wabah campak terbesar dalam tiga dekade terakhir, dengan total kasus menembus angka 1.000 serta lima korban jiwa. Secara nasional, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mencatat AS sedang menghadapi tahun terburuk untuk penanganan campak sejak 1991, dengan akumulasi mendekati 3.900 kasus.
Status darurat yang berlaku mulai Senin hingga 4 November 2026 ini memberikan kewenangan tambahan bagi tenaga medis guna mempercepat penanganan di lapangan:
- Perluasan Wewenang Vaksinasi: Apoteker kini diizinkan memberikan vaksin campak-gondongan-rubela (MMR) kepada anak-anak mulai usia dua tahun.
- Pemeriksaan Medis: Perawat terdaftar (registered nurse) diberikan wewenang untuk meminta pemeriksaan medis langsung bagi pasien yang bergejala atau diduga menderita campak.
- Integrasi Data Imunisasi: Seluruh fasilitas kesehatan diwajibkan melaporkan pemberian vaksin MMR ke sistem registrasi imunisasi negara bagian atau Kota New York dalam tenggat 72 jam tanpa memerlukan persetujuan pelaporan dari orang dewasa.
Meskipun kewajiban pencatatan diperketat, pejabat setempat menegaskan bahwa tindakan penyuntikan vaksin MMR tetap membutuhkan persetujuan resmi dari pasien atau wali sah yang bersangkutan. Dinas Kesehatan New York sendiri telah menyalurkan lebih dari 1.000 dosis vaksin MMR ke wilayah-wilayah berisiko sejak pertengahan Juli untuk menekan angka penularan.


















