Sorot Masih Tingginya Angka Kematian Ibu dan Bayi, Paula Runtuwene Warning Dinkes Sulut

CYBERSULUT.NET – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sulawesi Utara (Sulut) pembahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun 2025, menyoroti tingginya angka kematian ibu dan bayi yang tidak menunjukkan tren penurunan signifikan sejak tahun 2024.

“Ini menunjukkan sinyal bahaya merah bagi kinerja Dinas Kesehatan. Angka-angka ini tidak sekadar statistik di atas kertas. Sebagai sesama perempuan dan ibu, saya merasa ini harus mendapat perhatian sangat serius,” ujar personil Pansus, Paula Runtuwene dalam rapat yang digelar bersama mitra kerja Komisi IV DPRD Sulut, Selasa (14/4/2026).

Paula menyoroti bahwa persoalan utama bukan hanya pada fasilitas, melainkan pada sistem rujukan yang dinilai gagal berfungsi optimal.

“Ini bukan sekadar angka saja, tapi bagaimana kegagalan sistem rujukan kita,” kata Paula Runtuwene.

“Yang menyedihkan, ini terjadi di Kota Manado, sementara rumah sakit di sini memiliki anggaran faskes yang sangat besar,” sambungnya.

Mantan Rektor Unima mendesak Dinas Kesehatan untuk segera melakukan pemetaan (mapping) menyeluruh hingga ke tingkat kecamatan.

“Dinas Kesehatan harus memetakan kecamatan mana yang menyumbang angka tertinggi, pelayanan di Puskesmas mana yang bermasalah. Sistem harus dibenahi total dan harus ada evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pelayanan kesehatan,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Continue copy, click home