CYBERSULUT.NET – Direktur Politeknik Negeri Manado, Dra Mareyke Alelo MBA, menandatangani Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak Tahun 2026, yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Senin (5/1/2026) di Gedung D Kemdiktisaintek, Jakarta.
Penandatanganan Kontrak Kinerja dilakukan oleh Rektor dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), disaksikan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto. Skema disesuaikan antara kontrak kinerja untuk PTN dan arahan kinerja bagi PTS. Kegiatan ini menjadi upaya strategis pemerintah untuk memperkuat tata kelola pendidikan tinggi yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada capaian kinerja yang terukur.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Brian Yuliarto menegaskan kontrak kinerja melebihi sekadar dokumen administratif. Merupakan suatu panduan bersama agar seluruh perguruan tinggi bergerak dalam irama yang sama.
“Kita punya peran masing-masing untuk berjuang lebih keras lagi dalam melahirkan terobosan baru, membangkitkan industri maju, dan melakukan hilirisasi penelitian. Dengan kebersamaan, kita bisa membentuk satu orkestra nasional yang saling mengisi dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tegas Menteri Brian.
Menurut Mendiktisaintek, Indonesia memiliki kekuatan strategis besar melalui Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di kampus. Potensi ini harus dikelola secara konsisten dan berintegritas agar mampu melahirkan SDM unggul, riset yang kuat, serta hilirisasi inovasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Mendiktisaintek juga menekankan agar perguruan tinggi terus melakukan terobosan, menjaga mutu pendidikan, serta memperkuat peran dosen sebagai garda terdepan dalam melahirkan talenta masa depan. Upaya peningkatan kesejahteraan dosen, termasuk melalui insentif riset dan penguatan ekosistem penelitian, turut menjadi perhatian pemerintah.
“Indonesia memiliki lebih dari 4.400 perguruan tinggi, lebih dari 300.000 dosen, dan hampir 10 juta mahasiswa. Dampak ekonomi, sosial, dan terhadap lingkungannya besar selama prosesnya. Kami berharap akan dapat terus diperbesar dan memberikan multiplier effect,” ujar Menteri Brian.
Sementara itu, Direktur Polimdo, Mareyke Alelo menyampaikan bahwa penandatanganan kontrak kinerja ini menjadi instrumen strategis dalam memastikan program berjalan efektif, transparan, dan akuntabel.
“Penandatanganan kontrak kinerja ini merupakan instrumen strategis untuk memastikan keterhubungan antara perencanaan, pelaksanaan, dan capaian kinerja dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi, riset, serta sains dan teknologi yang berdampak bagi masyarakat. Intinya, siap bekerja,” tukas Mareyke Alelo.
Diketahui, penandatanganan kontrak kinerja mencakup komitmen perguruan tinggi guna meningkatkan kualitas tridarma, penguatan riset dan inovasi, dan kontribusi kampus mendukung pembangunan nasional. Kontrak dan arahan tersebut akan menjadi landasan pelaksanaan program-program strategis di perguruan tinggi masing-masing.
Melalui kontrak kinerja dan arah kebijakan ini, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk terus mengawal transformasi pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan berdampak. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi negeri dan swasta, serta mitra industri diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.


















