CUBERSULUT.NET – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Utara menekankan pentingnya kesiapan mental kerja bagi peserta Pelatihan dan Sertifikasi Bahasa Inggris bagi calon pekerja migran Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Kepala BP3MI Sulut, Hendrick Situmorang, saat membuka Kegiatan Swakelola Pelatihan dan Sertifikasi Bahasa Inggris di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Jumat (18/9/2026).
Hendrick mengatakan, perlindungan terhadap calon pekerja migran tidak baru diberikan ketika mereka telah berangkat dan bekerja di luar negeri. Menurutnya, proses perlindungan sudah dimulai sejak calon pekerja mengikuti tahapan pelatihan.
“Perlindungan ini bukan hanya saat mereka berangkat ke luar negeri. Dari sekarang sudah dimulai. Karena itu, adik-adik tetap kita pantau, kita perhatikan dan kita evaluasi,” ujar Hendrick.
Hendrick menjelaskan, peserta tidak hanya dipersiapkan dari sisi keterampilan bahasa Inggris, tetapi juga harus memiliki mental kerja yang baik sebagai bekal ketika nantinya bekerja di luar negeri.
“Adik-adik selain disiapkan untuk bekerja di luar negeri, juga harus memiliki mental kerja,” tegasnya.
Hendrick mengingatkan peserta agar tidak mudah mengeluh dan mampu mengembangkan diri dengan berbagai kondisi yang dihadapi.
“Jangan terlalu banyak mengeluh dan harus bisa mengembangkan diri dengan apa yang ada. Jangan apa-apa harus disiapkan dulu. Jalan sudah dibukakan, tinggal adik-adik mengikuti dan mengembangkan diri,” katanya.
Ia pun berharap selama 52 hari mengikuti pelatihan di Polimdo, peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membangun kedisiplinan.
Hendrick juga meminta seluruh peserta menaati aturan yang berlaku selama mengikuti pelatihan di Polimdo, termasuk ketentuan mengenai waktu masuk kelas dan tata tertib lainnya.
“Kita di sini menumpang untuk dilatih. Jadi tolong ikuti aturan yang ada. Kalau jamnya sudah ditentukan untuk masuk kelas, wajib masuk. Semua ada aturannya, jadi tolong diikuti,” ujarnya.
Hendrick menyebut kegiatan tersebut menjadi salah satu program pelatihan perdana yang dilaksanakan di wilayah Manado. Karena itu, peserta diharapkan dapat menjadi pionir dan memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya.
“Bangga karena kalian adalah pionirnya, pendahulunya,” kata Hendrick.
Menurutnya, BP3MI Sulut juga telah menyiapkan program pelatihan lainnya. Setelah kegiatan ini, rencananya akan dilaksanakan pelatihan caregiver di Manado, kemudian dilanjutkan dengan program serupa di Gorontalo.
Hendrick menjelaskan, BP3MI Sulut memiliki wilayah kerja yang mencakup tiga provinsi, yakni Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Maluku, sementara program juga dikembangkan hingga wilayah Gorontalo sesuai dengan pelaksanaan kegiatan yang direncanakan.
Hendrick berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh karena program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kompetensi calon pekerja migran Indonesia.
“Ini benar-benar program yang menjadi perhatian pemerintah. Tolong adik-adik gunakan kesempatan ini dengan baik,” pesannya.
Hendrick kemudian memberikan semangat kepada seluruh peserta agar mengikuti proses pelatihan hingga selesai dan mampu meraih kesuksesan.
“Selamat belajar, selamat berlatih. Semangat!” pungkasnya.


















