CYBERSULUT.NET – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Utara membuka Kegiatan Swakelola Pelatihan dan Sertifikasi Bahasa Inggris bagi calon pekerja migran Indonesia, di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Politeknik Negeri Manado. Jumat (18/9/2026).
Kepala BP3MI Sulut, AKBP Hendrick Situmorang, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada calon pekerja migran Indonesia sejak tahap pelatihan hingga proses pemberangkatan ke negara tujuan.
“Sudah dilindungi bukan hanya saat mereka berada di luar negeri, tetapi mulai dari pelatihan sampai pemberangkatan. Program-program ini tetap akan dipantau dan diawasi sampai mereka diberangkatkan,” ujar Hendrick.
Menurutnya, program pelatihan dan sertifikasi Bahasa Inggris ini merupakan program pemerintah yang diteruskan melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) hingga ke tingkat balai.
Hendrick menyebut program tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang ingin bekerja di luar negeri. Karena itu, BP3MI Sulut terus melakukan sosialisasi melalui berbagai institusi pendidikan.
“Kami mencoba menyosialisasikan informasi ini melalui beberapa kampus negeri, kampus swasta, SMA, SMK, maupun para alumni.
Program ini juga dibuka untuk umum sehingga semua masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk bekerja di luar negeri,” katanya.
Hendrick menjelaskan, secara nasional pemerintah menargetkan sekitar 40 ribu penempatan pekerja migran hingga Desember 2026. Sementara untuk wilayah Manado, BP3MI Sulut mendapatkan kuota sebanyak 620 orang.
Dari jumlah tersebut, sekitar 320 orang telah memiliki job order dan Surat Izin Perekrutan (SIP). Sementara peserta yang telah mengikuti pelatihan Bahasa Inggris saat ini telah mencapai sekitar 120 orang.
Hendrick mengatakan pelatihan akan terus dilaksanakan secara bertahap di sejumlah lokasi. Selain di Manado, kegiatan serupa juga direncanakan berlangsung di beberapa institusi pendidikan, termasuk Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Manado dan lokasi lainnya.
“Pelatihan-pelatihan ini akan kami buka secara bertahap, termasuk di tempat lain, sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program ini,” ujarnya.
Dirinya pun berharap masyarakat dapat memanfaatkan program tersebut sebagai salah satu jalan untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperluas peluang bekerja secara legal di luar negeri.
BP3MI Sulut juga mengajak masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai program dan peluang kerja luar negeri melalui kanal informasi resmi BP3MI.


















