Terapkan Reses Realistis Tanpa Obral Janji, Henry Walukow Jemput Langsung Dokumen Musrenbang Desa

CYBERSULUT.NET – Anggota DPRD Sulawesi Utara (Sulut), Henry Walukow menerapkan pendekatan tak biasa dalam menyerap aspirasi warga pada masa reses di Desa Tatelu, Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara.

Bukannya menggelar pertemuan terbuka skala besar, legislator dari Partai Demokrat ini memilih strategi door-to-door dengan menyambangi langsung kantor-kantor Hukum Tua (Kepala Desa). Langkah ini diambil untuk mengumpulkan dokumen Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) desa secara langsung.

Menurut Henry Walukow, cara ini lebih efektif agar aspirasi yang masuk ke dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD benar-benar prioritas, realistis, dan relevan dengan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi.

“Kalau reses dilakukan secara terbuka, saya khawatir begitu banyak aspirasi yang masuk. Sementara kondisi anggaran Pemprov Sulut saat ini sangat terbatas untuk menjawab seluruh harapan masyarakat,” ungkap legislator yang duduk di Komisi I DPRD Sulut tersebut.

Dikatakan Henry Walukow, pendekatan ini bukan bentuk sikap pesimistis, melainkan langkah pragmatis agar usulan warga tidak sekadar menjadi tumpukan daftar keinginan yang sulit direalisasikan. Selain menyerap usulan baru, Henry juga menginventarisasi program prioritas tahun sebelumnya yang tertunda akibat efisiensi anggaran.

Dari hasil turun lapangan tersebut, sektor infrastruktur dasar dan pendukung ekonomi warga masih dominan menjadi keluhan utama. Beberapa poin kritis yang berhasil diinventarisasi meliputi mendesaknya perbaikan jalan berstatus provinsi, pembangunan irigasi pertanian serta normalisasi drainase guna mengantisipasi ancaman banjir jelang musim hujan.

Masalah kelangkaan pupuk bersubsidi, pembukaan/perbaikan jalan perkebunan, hingga hambatan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang mengganggu aktivitas produksi warga. Kebutuhan perbaikan infrastruktur di Kecamatan Dimembe menjadi semakin krusial mengingat posisinya yang sangat strategis.

Di sisi lain, Camat Dimembe, Hansye Dengah menegaskan bahwa jalur utama di wilayahnya merupakan akses vital menuju Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Likupang.

“Kami sangat mengharapkan perhatian Pemprov Sulut untuk melakukan renovasi jalan. Dimembe adalah daerah penyangga utama kawasan wisata super prioritas Likupang, sehingga kualitas jalannya sangat menentukan wajah pariwisata kita,” tegas Hansye.

Hansye Dengah juga menyampaikan apresiasinya atas konsistensi Henry Walukow dalam mengawal usulan pembangunan masyarakat Dimembe di tingkat provinsi, sembari berharap sinergi antara legislator dan pemerintah daerah terus terjaga demi percepatan pembangunan wilayah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Continue copy, click home