FGD Tim Peneliti Ecobrik Bersama Pemdes Sarawet, Dan Para Mitra Hasilkan Rekomendasi Sarawet Bakal Dijadikan Desa Wisata Berbasis Lingkungan

CYBERSULUT.NET – Persoalan pencemaran lingkungan khususnya dari persoalan limbah plastik saat ini menjadi momok bagi persoalan aspek kehidupan masyarakat. Bayangkan saja setiap hari berapa ton sampah plastik yang dihasilkan, sementara itu lokasi-lokasi TPA saat ini sudah hampir melebihi kapasitas, karena limbah plastik tersebut tidak bisa terurai.

Hal inilah yang menjadi sebuah konsep pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan Tim Peneliti diantaranya dari Politeknik Negeri Manado (Polimdo), bersama-sama dengan Pemerintah Desa Sarawet, STP Sulut, SMK Pariwisata Likupang, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta Dinas Pariwisata Kabupaten Minut dan Asosiasi Pondok Wisata Indonesia (Apwisindo) Sulut, yang digelar pada Kamis (6/11/2025).

Sorotan dalam diskusi ini adalah bagaimana Ecobrik bisa menjadi solusi kreatif sampah limbah plastik agar bisa memiliki nilai manfaat.

Dalam FGD tersebut, Tim peneliti Ecobrik mengusulkan agar ecobrik tidak hanya dijadikan proyek lingkungan, tetapi juga bisa dijadikan produk wisata edukatif.

Salah satu narasumber dari Dinas Pariwisata Kabupaten Minut, Ferdy D.R. Tulong, S.ST, Par, mengapresiasi akan pelaksanaan FGD ini karena dengan isu pencemaran lingkungan limbah sampah plastik bisa dijadikan inovasi para Tim Peneliti untuk mengembangkan potensi pariwisata berbasis lingkungan.

“Kegiatan ini selaras dengan visi Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam mendorong desa-desa wisata, tentunya keberhasilan pengembangan destinasi akan sangat di pengaruhi oleh kolaborasi lintas sektor,” ungkap Ferdy Tulong.

Sementara itu, Ketua Tim Peneliti, Stevie Kaligis, SE, MM, Ak, CA, mengatakan bahwa dengan Ecobrik tersebut nantinya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya di Desa Sarawet yang akan dijadikan model Desa Wisata berbasis lingkungan.

“Sebagai peneliti berharap hasil penelitian ini, dapat memberi dampak ekonomi, sosial dan lingkungan, ekonomi bisa menampah penghasilan masyarakat, secara sosial masyarakat sadar akan cara membuang sampah dengan benar karena bisa bernilai ekonomi jika di manfaatkan daur ulang dan secara lingkungan bisa meningkatkan kebersihan dan keasrian lingkungan, tapi juga dengan ecobrik bisa menambah keindahan objek pariwisata yang berwawasan lingkungan yang hijau,” jelas Kaligis.

Herry Tongkukut, selaku Hukum Tua Desa Sarawet, pun mengaku bahagia karena banyak pihak yang akan bergandengan tangan bersamanya untuk membangun Desa Sarawet.

“Kami tidak berjalan sendiri, kehadiran para mitra memberi harapan baru bagi desa kami,” ujarnya.

Dalam FGD ini menghasilkan sejumlah gagasan progresif, seperti pembuatan jalur tracking berbasis konservasi, pembangunan taman ecobrik, dan penyusunan paket wisata edukatif. Semua pihak pun sepakat bahwa Desa Sarawet memiliki peluang besar untuk menjadi contoh desa yang memadukan pariwisata dan pelestarian lingkungan secara harmonis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Continue copy, click home