CYBERSULUT.NET — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Daerah Pemilihan (Dapil) Minahasa Utara-Kota Bitung, Cindy Wurangian, menggelar Reses II Masa Persidangan Ketiga Tahun 2026 sepanjang bulan Agustus 2026. Kegiatan ini menyasar sejumlah titik strategis di Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) guna mendengarkan langsung keluhan serta usulan masyarakat.
Rangkaian reses yang berlangsung di Kecamatan Madidir, Watudambo, Tanjung Merah, Maesa, hingga Kecamatan Dimembe ini menjaring pelbagai masukan penting dari warga. Aspirasi yang mengemuka mencakup sektor pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, pendidikan, hingga perikanan.
Dalam dialog tatap muka, persoalan infrastruktur fisik menjadi isu yang paling mendominasi. Warga mendesak adanya perbaikan fasilitas umum demi mendukung keamanan dan kenyamanan lingkungan.
- Infrastruktur Permukiman: Usulan mencakup peningkatan Penerangan Jalan Umum (PJU), perbaikan drainase, penanganan jalan berlubang, pembangunan jalan paving di wilayah Girian, serta pembuatan tanggul penahan longsor.
- Tata Ruang & KEK: Masyarakat meminta kejelasan arah pembangunan terkait pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung dan perlunya sosialisasi zonasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
- Pemberdayaan UMKM & Nelayan: Dorongan peningkatan ekonomi diusulkan melalui bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) sektor tata boga, pertukangan, menjahit, hingga katering. Sektor perikanan juga mengharapkan bantuan sarana tangkap berupa perahu, mesin tempel, katinting, coolbox, hingga bagan tangkap.
Di sektor pelayanan publik, masalah jaminan kesehatan menjadi catatan kritis warga. Masyarakat mengeluhkan pelayanan BPJS Kesehatan terkait ketersediaan obat-obatan yang belum sepenuhnya ditanggung serta praktik pemulangan pasien yang dinilai terlalu dini sebelum kondisi stabil. Selain itu, terdapat kebutuhan akan bantuan alat bantu seperti kursi roda dan kacamata.
Untuk sektor pendidikan, warga mengusulkan program beasiswa atau bantuan pendidikan bagi pelajar SMP, SMA, hingga mahasiswa jenjang S1 dan S2, serta pemenuhan fasilitas belajar di SMK Pelita Bahari. Sementara di bidang sosial-keagamaan, terdapat usulan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembenahan rumah ibadah, serta dukungan sarana olahraga bagi pemuda.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Cindy Wurangian menegaskan bahwa seluruh masukan yang telah dicatat akan diinventarisasi secara sistematis untuk diusulkan dalam rapat pembahasan dewan.
“Reses merupakan momentum bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan akan kami inventarisasi dan perjuangkan agar dapat direalisasikan sesuai skala prioritas dan ketentuan yang berlaku,” ujar Srikandi Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut.
Hasil dari reses ini nantinya akan dibawa ke ranah dewan dan dikoordinasikan, baik di tingkat Pemerintah Provinsi Sulut maupun Pemerintah Kabupaten/Kota, agar dapat masuk dalam rencana kerja pembangunan daerah.


















