CYBERSULUT.NET – Direktur Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Dra. Maryke Alelo, MBA, mengajak seluruh tim pendamping program revitalisasi sekolah untuk mengedepankan akuntabilitas serta ketertiban administrasi dalam menjalankan tugas pendampingan.
Hal tersebut disampaikan Maryke Alelo dalam sambutannya pada acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Polimdo dan Direktorat Sekolah Menengah Atas (SMA) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jumat (31/7/2026).
Maryke mengakui kondisi anggaran pendidikan saat ini cukup ketat. Di sisi lain, masih banyak kebutuhan pendidikan yang harus dipenuhi, termasuk di lingkungan perguruan tinggi.
“Kadang-kadang kita melihat sekolah-sekolah yang baru dibangun dengan fasilitas yang sangat baik. Sementara di sisi lain, perguruan tinggi juga mengalami keterbatasan anggaran, padahal masih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi demi meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.
Meski demikian, Maryke mengapresiasi komitmen pemerintah melalui program revitalisasi sekolah yang dinilai menjadi langkah nyata dalam meningkatkan mutu sarana dan prasarana pendidikan di berbagai daerah.
Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat terus berlanjut dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah, termasuk perhatian terhadap pengembangan perguruan tinggi yang juga berperan dalam memajukan pendidikan nasional.
“Kami menyambut baik upaya pemerintah, Presiden Prabowo beserta jajaran Kemendikdasmen, yang melibatkan perguruan tinggi dalam pendampingan program revitalisasi. Ini merupakan program yang sangat baik dan patut didukung bersama,” katanya.
Maryke juga mengingatkan para dosen dan tim fasilitator Polimdo yang terlibat dalam pendampingan agar menjadikan evaluasi tahun sebelumnya sebagai pembelajaran, khususnya terkait pelaporan dan administrasi.
Maryke menekankan pentingnya menjaga akuntabilitas dalam setiap tahapan pendampingan agar seluruh kegiatan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik saat dilakukan pemeriksaan.
“Jangan sampai ketika dilakukan pemeriksaan kita tidak memiliki dokumen yang lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, aspek administrasi, pelaporan, dan kelengkapan dokumen harus menjadi perhatian utama selama menjalankan program ini,” tegasnya.
Dirinya pun berharap seluruh tim pendamping dapat menjalankan tugas secara profesional sehingga program revitalisasi sekolah berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.


















