CYBERSULUT.NET – Wujudkan pemilu yang berintegritas dan berjalan aman, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar rapat koordinasi penguatan kelembagaan Bawaslu bersama stakeholder terkait serta peserta pemilu di Sulut yang berlangsung selama tiga hari, Minggu (28/01/2024) hingga Selasa (30/01/2024) di Hotel Peninsula Manado.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Kapolda Sulut, Irjen Pol, Yudhiawan mengungkapkan kerawanan dalam pemilu 2024 berasarkan analisa intelijen dan evaluasi pemilu sebelumnya, diantaranya Black campaign, money politik, Issu SARA dan Hoax, Politik identitas, demo unjuk rasa daan Disintegrasi politik.
“Money politik dan Hoax yang menjadi perhatian khusus,” kata Kapolda.
Sementara itu, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Sulut, Brigjen TNI Raymond Marojahan memaparkan tujuh potensi kerawanan pemilu 2024, diantaranya isu netralitas ASN dan Politik uang, Black Campaign dan Negative Campaign, Logistik pemilu, Konflik SARA, Penggelembungan suara, Gesekan antar pendukung dan faktor eksternal seperti cuaca, ketersediaan listrik dan jangkauan layanan internet.
“Isu yang menempati urutan teratas dalam indekaskerawanan pemilu 2024 yaitu netralitas ASN dan politik uang. Apalagi pada pemilu sebelumnya Sulut masuk urutan kedua sesudah Jakarta,” ungkap Kabinda.
Dalam rapat koordinasi tersebut, dilaksanakan penandatanganan MoU antara Bawaslu Sulut bersama stakeholder terkait.
Christy Lompoliuw


















