Kemarau Panjang Melanda Sulut, Sektor Pertanian Terancam Kekeringan

CYBERSULUT.NET – Sektor pertanian provinsi Sulawesi Utara (Sulut) beresiko terancam kekeringan, disebabkan musim kemarau panjang yang melanda Sulut sekira satu bulan belakangan ini.

Mengantisipasi hal tersebut, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, akan berupaya bergerak cepat mencarikan solusi bersama instansi terkait.

“Kemarau panjang akan berdampak kekeringan pada sektor pertanian dam tentunya meluas kepada inflasi, ini harus segera dicarikan solusi bersama intansi terkait guna menanggulanginya,” ujar personil Komisi II DPRD Sulut, Teddy Kumaat kepada wartawan, Senin (2/9/2019).

Sebelumnya, Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Minahasa Utara, Muhamad Candra Buana mengungkapkan, 16 kecamatan di wilayah Sulawesi Utara siaga bencana kekeringan meteorologis.

Dikutip dari Antara, Senin (2/9), 16 kecamatan yang masuk kategori siaga itu menyebar di delapan kabupaten dan kota yaitu Kota Manado, Bitung, Kabupaten Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Timur, Minahasa Tenggara, Minahasa Utara dan Kepulauan Sitaro.

Siaga kekeringan di Kota Bitung (Kecamatan Aertembaga, Lembeh Utara dan Matuari), Kota Manado (Mapanget, Malalayang dan Bunaken), Kabupaten Bolaang Mongondow (Kecamatan Bolaang dan Dumoga Utara).

Selanjutnya, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara(Kecamatan Kaidipang), Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Kecamatan Kotabunan), Kabupaten Minahasa Utara (Kecamatan Likupang Barat), Likupang Timur dan Wori), Kabupaten Minahasa Tenggara (Kecamatan Ratahan) dan Kabupaten Kepulauan Sitaro (Kecamatan Siau Tengah dan Tagulandang).

“Dari data yang dibarukan hingga tanggal 1 September hari tanpa hujan di daerah-daerah tersebut lebih dari 31 hari,” jelas Candra.

Sementara itu, empat daerah kategori waspada bencana kekeringan dengan hari tanpa hujan lebih dari 21 hari yaitu Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Kecamatan Pinogaluman), Kabupaten Minahasa (Kecamatan Pineleng), Kabupaten Minahasa Tenggara (Kecamatan Ratatotok) dan Kabupaten Kepulauan Talaud (Kecamatan Lirung).

“Kami berharap warga meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kekeringan serta tidak bencana kebakaran,” tutupnya.

 

 

Christy Lompoliuw/Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Continue copy, click home