Berbekal Sertifikasi AI BNSP, Wadir III Polimdo Optimalkan Pengelolaan Data untuk Program Nasional

Peneliti Polimdo, (Kanan-Kiri), Rudolf Mait, Steven Kamurahan dan Fardi Kalumata.

CYBERSULUT.NET – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) kembali menunjukkan kesiapan dan responsivitas tinggi dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan tinggi nasional. Melalui arahan pimpinan dan kolaborasi tim yang solid, Polimdo bergerak cepat merespons undangan kementerian untuk berpartisipasi dalam program skala nasional.

Wakil Direktur (Wadir) III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Polimdo, Rudolf Estephanus Golioth Mait, ST., MT., mengungkapkan bahwa informasi mengenai program tersebut diterima pihak kampus paling cepat pada pertengahan September lalu langsung dari kementerian.

“Informasi ini bukan kami yang mencari, melainkan dari kementerian yang meminta pihak politeknik untuk mempersiapkan tim agar bisa ikut berpartisipasi. Program ini tidak hanya diikuti oleh politeknik tertentu saja, melainkan melibatkan seluruh politeknik di Indonesia,” ujar Rudolf saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (15/10/2026).

Menariknya, tantangan tersebut dijawab oleh Polimdo dengan efisiensi tinggi. Rudolf mengungkapkan, pihaknya hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk berdiskusi secara intensif guna merumuskan gagasan program.

Dalam waktu singkat tersebut, ide-ide kreatif langsung terkumpul, draf proposal berhasil disusun, dan pembahasan program tuntas dalam satu hari yang sama.

Keberhasilan penyusunan program ini tidak lepas dari pemanfaatan teknologi modern. Rudolf, yang telah mengantongi sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di bidang Artificial Intelligence (AI) untuk pengelolaan data, mengaplikasikan keahlian tersebut ke dalam strategi kampus.

Menurutnya, pemanfaatan AI saat ini sudah jauh berkembang melampaui batasan pembuatan gambar atau pengubahan foto semata.

“AI juga dapat digunakan untuk mengolah data dan memanfaatkan berbagai data yang tersedia secara optimal,” jelasnya.

“Kita bahkan bisa saling mengintegrasikan aplikasi yang sudah ada sehingga mampu mendukung pengembangan program secara komprehensif.” sambung Rudolf Mait.

Langkah inovatif Polimdo ini turut diperkuat oleh kolaborasi lintas sektor yang melibatkan dunia pendidikan dan industri praktis.

Dalam pengembangan program ini, Polimdo seorang alumni Polimdo yang kini telah berkiprah sebagai praktisi sekaligus dosen. Kehadiran figur seperti Mener Fardi Kalumata dan Steven Kamurahan menjadi jembatan nyata yang menghubungkan antara teori akademik dan kebutuhan dunia kerja di lapangan.

Tidak berhenti pada skala nasional, Polimdo juga terus memperluas jaringan global. Rudolf menambahkan bahwa institusinya telah membangun kerja sama strategis langsung dengan pihak luar negeri, termasuk kemitraan dengan sejumlah perusahaan asal China.

Dengan kombinasi antara kecepatan respons, pemanfaatan teknologi berbasis AI, serta penguatan jejaring industri lokal hingga internasional, Polimdo optimis dapat memberikan kontribusi terbaik dalam kancah pendidikan tinggi vokasi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Continue copy, click home