CYBERSULUT.NET — Prestasi membanggakan diukir oleh Politeknik Negeri Manado (Polimdo) di kancah global. Tim Polimdo resmi menembus babak semifinal pada ajang Kompetisi Inovasi dan Kewirausahaan Tiongkok ke-15, khusus divisi Artificial Intelligence (AI) dan Mesin Konstruksi.
Spesialnya, dari jajaran peserta internasional yang bertanding di kategori profesional ini, Polimdo menjadi satu-satunya perwakilan yang membawa bendera Indonesia.
Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Polimdo, Rudolf Estephanus Golioth Mait, S.T, M.T, menyebut capaian ini sebagai momentum penting dalam mengangkat mutu serta citra pendidikan vokasi tanah air.
“Bagi kami, ini momen untuk memperkenalkan kapasitas dosen, kompetensi di bidang rekayasa, serta potensi inovasi Polimdo kepada ekosistem teknologi dan industri internasional,” ungkap Rudolf kepada media di ruang kerjanya, Kamis (15/10/2026).
Salah satu gagasan unggulan yang diusung tim Polimdo adalah kombinasi teknologi drone dan teknik mesin untuk optimalisasi sektor pertambangan dan pengolahan material. Inovasi ini dirancang sangat dekat dengan kebutuhan lokal Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang kaya akan aktivitas tambang.
Rudolf Mait menambahkan, keikutsertaan ini juga terinspirasi dari pendalaman materi AI saat ia mengikuti sertifikasi BNSP beberapa waktu lalu. Pengetahuan tersebut langsung diterapkan dalam riset terapan pendidikan vokasi.
Saat ini, Polimdo tengah menanti hasil penyeleksian menuju babak final yang akan menjaring 40 tim terbaik dunia. Jika lolos, tim Polimdo dijadwalkan terbang langsung ke Tiongkok untuk melakukan presentasi onsite.
“Prestasi bukan hanya milik mahasiswa, tapi juga para dosen melalui kompetensi riset. Semoga kami bisa memberikan hasil terbaik bagi Indonesia,” pungkas Rudolf Mait.


















