CYBERSULUT.NET – Perselingkuhan bukanlah hal yang patut dinormalisasi. Berbagai cara dilakukan agar perselingkuhan tetap berjalan meski harus dilakukan secara diam-diam.
Seperti dikutip dari psychology today, secara umum, perselingkuhan dapat dibagi menjadi tiga kategori. Yang pertama adalah perselingkuhan emosional. Hal ini terjadi ketika seseorang mulai memprioritaskan orang lain, berbagi cerita pribadi yang seharusnya bersifat rahasia, hingga menyembunyikan kedekatan dengan orang tersebut. Jika hal itu dilakukan, bisa jadi seseorang sudah terlibat dalam perselingkuhan secara emosional.
Kategori berikutnya adalah perselingkuhan fisik. Bentuknya bisa beragam, mulai dari bertemu orang lain secara diam-diam, menyembunyikan percakapan di media sosial, hingga melakukan hubungan seksual.
Yang terakhir adalah perselingkuhan situasional. Jenis ini biasanya terjadi hanya sekali dan dalam waktu singkat, misalnya saat seseorang berada di bawah pengaruh alkohol atau dalam situasi tertentu yang tidak terencana. Meski demikian, apa pun bentuknya, perselingkuhan tetap merupakan tindakan yang melanggar kepercayaan dalam hubungan.
Perselingkuhan yang Paling Menyakitkan
Menurut penelitian dalam bidang Psychology, setiap orang memiliki reaksi yang berbeda ketika mengetahui pasangannya berselingkuh. Studi yang dilakukan oleh David A. Frederick dan Melissa Fales pada tahun 2016 terhadap sekitar 60.000 responden menemukan bahwa laki-laki cenderung merasa lebih tersakiti jika pasangannya berselingkuh secara fisik. Bahkan tanpa terjadi hubungan sekalipun, sebagian laki-laki mengaku sudah merasa sangat terluka hanya dengan membayangkan orang yang mereka cintai berhubungan intim dengan orang lain.
Sebaliknya, perempuan lebih merasa tersakiti ketika mengalami perselingkuhan emosional. Dalam studi tersebut, sekitar 65% perempuan mengatakan mereka lebih kecewa ketika pasangan menjalin kedekatan emosional dengan orang lain. Bagi mereka, meskipun tidak terjadi hubungan fisik, keterlibatan perasaan dengan orang lain sudah dianggap sebagai bentuk meninggalkan hubungan yang telah dibangun.


















