CYBERSULUT.NET – Bagi anda yang hobi berwisata sambil merasakan tantangan terbang melayang menikmati pemadandangan kota Manado atau ingin bertualang dengan menjajal kendaraan Offroad, PADIES KIMUWU mungkin bisa menjadi salah satu referensi tempat wisata yang harus dikunjungi.
Nama PADIES KIMUWU sendiri merupakan gabungan dari tiga bahasa yakni, bahasa daerah, nasional maupun ada unsur international.

“Saya mau punya nama tempat itu terdiri dari tiga bahasa. KIMUWU dalam bahasa tombulu itu seperti bumbungan atau gunung yang bulat. Kalau PADIES itu merupakan tanaman utama masyarakat minahasa yaitu padi, namun berarti jamak atau banyak sehingga ada tambahan huruf S dibelakangnya sebagai unsur bahasa international,” terang Owner PADIES KIMUWU, Reinhard Wewengkang saat bincang santai dengan CYBERSULUT, Rabu (05/02/2020).
Berdiri diatas puncak Desa Warembungan Kabupaten Minahasa seluas 2 Hektar ini, PADIES KIMUWU tidak hanya sekedar menawarkan tempat untuk anda mengabadikan diri dengan foto selfie maupun welfie berlatar belakang pemandangan kota Manado serta menikmati beragam kuliner yang disajikan. PADIES KIMUWU juga menawarkan kepada wisatawan untuk bisa mengenal kebudayaan para leluhur Minahasa dan merasakan pengalaman lewat paralayang maupun Offroad.

“Di tempat ini kami tawarkan konsep wisata Culture dan Adventure. Dimana ada beberapa situs budaya para leluhur Minahasa, seperti Watu Marengke tempat penghormatan kepada leluhur penghulu perang, Empung Totokai dan Watu Siouw Kurur yang dipercaya sebagai tempat dari Empung Siouw kurur leluhur pemberi tanda kematian dan kehidupan, serta batu tempat penjagaan para leluhur dalam mengawasi suatu pergerakan dari ketinggian saat perang spanyol dahulu,” kata Reinhard.

Lanjut dikatakan Reinhard yang mengaku sudah memiliki lahan tersebut sejak 30 tahun lalu, di PADIES KIMUWU juga wisatawan bisa merasakan berkeliling diatas udara menikmati indahnya pemandangan kota Manado bersama pilot paralayang profesional yang disiapkan.

“Jadi kita bekerja sama dengan operator dari berbagai komunitas Paralayang untuk mendampingi para wisatawan yang ingin terbang melayang diatas udara. Ada juga berpetualang dengan kendaraan Offroad yang kita bagi dengan track panjang maupun pendek. Namun tentu saja fasilitas tersebut kita siapkan melihat kondisi cuaca, kalau cuaca bagus pasti ada tersedia,” tutur Reinhard.

Bagi wisatawan atau liburan keluarga yang hanya ingin duduk bersantai sambil foto dan menikmati pemandangan, ada restaurant PADIES KIMUWU yang menyajikan menu ringan dan tradisional serta aneka jus dengan harga yang terjangkau.

“Selain nasi goreng ala kimuwu dan beragam cemilan seperti sagu ditemani minuman hangat Saraba, juga yang harus dicoba dari menu PADIES KIMUWU adalah Tahu Cabe Garam,” ungkap Reinhard.

Menariknya, dalam menu PADIES KIMUWU, ada tantangan yang diberikan bagi pengunjung yang bisa menyantap mie instan dengan level yang sangat pedas.
“Jadi disini, makanan mie instan yang kita sajikan dibagi beberapa level berdasarkan kemampuan merasakan pedasnya cabe. Tantangannya ada pada level neraka dengan jumlah 30 cabe. Selesai makan, pengunjung tidak boleh minum hingga 10 menit. Kalau lolos ada hadiahnya dan nanti akan diadu lagi untuk pemenangnya setiap minggu,” tambah Reinhard.

Diakhir perbincangan, Reinhard mengatakan kalau PADIES KIMUWU akan terus berinovasi memberikan sesuatu hal yang baru bagi para wisatawan, sehingga PADIES KIMUWU bukan hanya sekedar tempat persinggahan semata, namun menjadi tempat favorit yang akan selalu didatangi.

“Intinya kami akan bangun tempat ini secara bertahap, kami ingin ada terus sesuatu yang baru disajikan sehingga para wisatawan tak bosan datang kembali kesini. Tentu saja kami minta dukungan seluruh pihak untuk bisa mempromosikan tempat ini baik secara nasional maupun international sebagai salah satu destinasi wisata yang harus dikunjungi,” tutup Reinhard.
Disisi lain, Theo Rengkung selaku Manajer yang menjalankan tugas keseharian di PADIES KIMUWU menambahkan, PADIES KIMUWU dibuka mulai pukul 11.00 WITA hingga 22.00 WITA untuk hari Senin-Jumat.
“Untuk Weekend, kita buka mulai pukul 10.00 WITA dan tutup pukul 22.00 WITA.
Christy Lompoliuw