Tembus Ratusan Penumpang Positif Covid-19, Gubernur Sulut Diminta Tutup Bandara Sam Ratulangi !

3
2794
Taufik Tumbelaka - Bandara Sam Ratulangi / Foto : Kolase cybersulut.net

CYBERSULUT.NET – Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw diminta segera mengeluarkan kebijakan menutup sementara bandara Sam Ratulangi Manado.

Menurut Pengamat Pemerintahan Sulut, Taufik Tumbelaka kepada CYBERSULUT, kejadian jebolnya bandara dengan sebelumnya 48 penumpang lalu kemudian menyusul terbaru 103 penumpang, sudah menjadi peringatan bagi Provinsi Sulut untuk tutup bandara.

“Jangan sampai tenaga kesehatan kewalahan mengurus penumpang dari luar yang masuk terkonfirmasi Covid-19, sehingga penanganan di dalam daerah tak maksimal ditangani,” kata Taufik Tumbelaka.

Lanjut dikatakan Taufik Tumbelaka, Pemerintah Provinsi Sulut juga harus segera menginformasikan ke masyarakat terkait jenis varian Covid-19 yang masuk serta protokol kesehatan yang harus diterapkan.

“Harus gencar disosialisasikan memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilisasi dan interaksi,” tutur Taufik Tumbelaka.

Jebolan Universitas Gadja Mada (UGM) ini pun, meminta pihak kepolisian turun menyelidiki keabsahan dokumen seperti surat hasil tes Covid-19 yang dikantongi para penumpang tersebut.

“Harus diselidiki dokumen yang dipegang penumpang terkonfirmasi dari luar tersebut, karena ada kejanggalan penumpang yang kantongi surat tes Covid-19 lalu terkonfirmasi positif saat tiba di bandara Sam Ratulangi,” ungkap Taufik Tumbelaka.

 

Christy Lompoliuw

3 KOMENTAR

  1. Yah..usulan baik n tepat krn Sikon saat ini..sebelumnya bln Lalu n 2 blmnlaku sy sempat pp jkt…Dan saat Masuk mdo.penumpang tdk di semprot disinfektan /melalui Kamar penyemprotan..padahal jelas Kita dr
    CGK/ Ada yg Dr DPS /jawa..yg sedang tinggi pasien CVD.
    Jd Mdc berkesan tidak waspada..krn sulut zone hijau. Dan
    byk org luar sulut mengincar jalan2.ke sulut utk dijadikan tempat lokakarya/pelatihan..dsb.selain penduduk Ramah n byk kuliner ,destinasi pantai dsb Kita wkt itu daerah.nya msh zone hijau /bln Lalu
    Jd setuju sekali jika ditutup semenatra walaupun berdampak dgn pe
    ngangguran dsb.masalah ekonomi..tapi daripada jd cluster2 baru….tenaga medis Kita ngga memadai…🙏🏻🙏🏻

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here