Aktivitas PETI Ratatotok Diduga Kembali Bergeliat Pasca Bentrok Maut, Pihak Kepolisian Diminta Tegas

CYBERSULUT.NET – Dugaan kembalinya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Nibong, Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara, memicu kekhawatiran baru di tengah masyarakat.

Lokasi yang menjadi saksi bisu bentrokan maut pada Desember 2025 lalu tersebut, disinyalir kembali dikelola oleh oknum tertentu, meskipun status lahan tersebut masih menjadi sengketa dua kubu yang bentrok.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, tampak sejumlah alat dan personel mulai beroperasi kembali di area sengketa. Padahal, lokasi tersebut seharusnya steril guna kepentingan penyidikan oleh Polda Sulawesi Utara (Sulut) terkait insiden yang merenggut tiga nyawa beberapa waktu lalu.

Seorang warga sekitar yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan, mengungkapkan bahwa aktivitas yang dilakukan salah satu kubu tersebut, bisa menyulut pertikaian baru.

“Seharusnya ada kepastian hukum dulu terkait sengketa batas lahan. Jika ada pihak yang nekat beraktivitas di lokasi yang masih bersengketa, ini sangat provokatif dan bisa memicu bentrokan susulan,” ujarnya kepada media.

Warga tersebut juga mempertanyakan bagaimana mungkin lokasi yang masih dalam pengawasan aparat bisa disusupi kembali oleh penambang. Hal ini dikhawatirkan dapat merusak barang bukti di lapangan yang sedang dikumpulkan oleh penyidik.

“Pihak kepolisian dalam hal ini Polda Sulut harus tegas dengan mengosongkan akses ke wilayah Nibong, hingga sengketa batas lahan antar-kubu tuntas secara hukum dan mengungkap oknum-oknum kuat di belakang kedua kubu yang bertikai,” tukasnya.

Hingga saat ini, sejumlah terduga pelaku bentrokan Desember 2025 masih menjalani proses hukum di Mapolda Sulut. Namun, kehadiran aktivitas tambang di tengah proses penyidikan yang masih berjalan, menciptakan preseden buruk bagi penegakan hukum di sektor pertambangan Sulawesi Utara.

Sampai berita ini diturunkan, pihak kepolisian diharapkan segera melakukan pengecekan kembali lokasi  yang dilaporkan warga untuk memastikan dan menjaga stabilitas keamanan di Ratatotok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Continue copy, click home