WHO Ingatkan Negara Siapkan Pasokan Obat Saat Darurat Nuklir

WHO (Reuters)

CYBERSULUT.NET – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperbarui daftar obat-obatan yang harus disiapkan untuk kedaruratan radiologi dan nuklir, bersama saran kebijakan untuk penanganan yang tepat.

Persediaan ini termasuk obat-obatan untuk mencegah atau mengurasi paparan radiasi, atau untuk mengobati korban luka akibat paparan radiasi.

“Dalam kedaruratan radiasi, orang-orang bisa terpapar radiasi dengan dosis mulai dari biasa saja sampai mengancam nyawa. Pemerintah harus menyediakan pengobatan bagi mereka yang membutuhkan dengan cepat,” jelas Penjabat Asisten Direktur Jenderal WHO, Dr Maria Neira, dikutip dari laman Arabian Business, Selasa (31/1).

“Penting pemerintah bersiap melindungi kesehatan populasi dan merespons kedaruratan dengan cepat. Ini termasuk siap dengan pasokan obat-obatan penyelamat yang mengurangi bahaya dan mengobati luka karena radiasi.”

“Daftar obat-obatan sangat penting yang diperbarui ini akan menjadi alat kesiapsiagaan dan kesiapan yang penting bagi mitra kami untuk mengidentifikasi, membeli, menyediakan, dan memberikan tindakan pencegahan yang efektif secara tepat waktu kepada mereka yang berisiko atau terpapar dalam peristiwa ini,” jelas Direktur Eksekutif Program Darurat Kesehatan WHO, Dr Mike Ryan.

Daftar persediaan yang diperlukan saat kedaruratan nuklir yaitu alat pelindung diri (APD), alat penanganan trauma, cairan, antibiotik, dan obat penghilang rasa sakit.

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada hari Jumat, WHO mengidentifikasi obat-obatan tertentu yang dikenal dan dilisensikan hari ini untuk mencegah atau mengobati paparan radiasi yang berlebihan pada manusia.

Kedaruratan radiologis dan nuklir dapat mengakibatkan paparan dosis radiasi yang cukup tinggi yang dapat memicu konsekuensi kesehatan yang parah atau bahkan kematian.

“Oleh karena itu, sangat penting pemerintah merespons dengan cepat ancaman semacam itu,” jelas WHO dalam laporannya.

Namun menurut laporan tersebut, banyak negara masih kekurangan elemen penting kesiapsiagaan untuk keadaan darurat radiasi.

Skenario potensial yang dipertimbangkan dalam publikasi terbaru itu termasuk keadaan darurat radiologis atau nuklir di pembangkit listrik tenaga nuklir, fasilitas medis atau penelitian, atau kecelakaan selama pengangkutan bahan radioaktif, serta penggunaan bahan radioaktif yang disengaja dengan niat jahat.

 

Sumber : merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!