Sebut Alokasi APBDP 2022 “Like And Dislike”, Jems Tuuk : Tidak Sejalan RPJMD

0
30
Julius Jems Tuuk

CYBERSULUT.NET – Pengalokasian anggaran untuk Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2022 yang mengalami penurunan tau pemangkasan, dinilai ada unsur “like anda dislike” serta tidak sesuai amanat RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah).

Hal tersebut diungkapkan Julius Jems Tuuk dalam rapat Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Sulut, Kamis (16/09/2022).

“Saya sebagai anggota Banggar masih melihat pengalokasian ini sebagai like and Dislike alias suka atau tidak suka,” kata Jems Tuuk.

Dicontohkan Jems Tuuk, setiap Satuan Perangkat Kerja Dearah (SKPD) harus dialokasikan anggaran sesuai prestasi dalam APBDP. Ada SKPD yang seharusnya membutuhkan anggaran besar, tetapi diturunkan begitupun sebaliknya.

“Saya contohkan, Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) gerogoti Rp 24 Miliar, sementara Biro Hukum yang notabene harus memperjuangkan kepentingan masyarakat yang kurang mampu, mengingat salah satu Perda yang selalu disosialisasikan anggota DPRD Sulut adalah bantuan hukum bagi rakyat miskin,” ungkap Jems Tuuk.

Politisi PDIP ini pun bahkan secara logika menegaskan, kalau APBD Perubahan ini tidak berdasarkan amanat RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah).

Dicontohkan Jems Tuuk, pengalokasian anggaran di Dinas PU yang naik 100,94% , kalau pelaksanaan pembagian anggaran sesuai RPJMD, maka tidak mungkin terjadi kenaikan besar.

“Kenapa, karena laporannya mengikuti berapa persen. Yang lain diturunkan tapi Dinas PU Justru dinaikkan. Begitu juga dengan Dinas Perkim,” tukas Jems Tuuk.

 

Christy Lompoliuw

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here