Perkara Tipikor Dana Banjir Kota Manado 2014 Tuntas, Salindeho Divonis 7 Tahun Penjara

0
39
Terdakwa Fence Salindeho, saat mendengarkan putusan Majelis Hakim, Senin (18/01/2021) di Pengadilan Negeri Manado. Foto : Serly T

CYBERSULUT.NET – Terdakwa FDS alias Fence Salindeho sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang (kembali) terjerat kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), kali ini dana banjir bandang Kota Manado 2014, terkait kegiatan Konsultansi Managemen Kegiatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sektor Permukiman Berbasis Masyarakat (RELOKASI), divonis dengan pidana penjara selama tujuh tahun di Pengadilan Tipikor pada PN Manado, Senin (18/01/2021).

Dalam putusan, Majelis Hakim yang diketuai Djamaludin Ismail SH MH didampingi Hakim Anggota Alfi Usup SH MH dan Edy Darma Putra SH MH, Fence divonis bersalah dan selain hukuman tersebut diatas, Fence dikenai dengan denda sebesar Rp200 juta subsidair 2 bulan.

Dalam pertimbangan majelis hakim, harta terdakwa tidak bertambah akan tetapi memperkaya orang lain. Tidak menikmati kekayaan negara, sehingga Fence tidak dibebankan uang pengganti.

Sementara itu, dasar hukum yang digunakan Majelis Hakim bersandar pada Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 KUHPidana. Sebagaimana, telah menjadi acuan Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat menuntut bersalah terdakwa Fence.

Putusan Majelis Hakim ini, tak serta merta diterima terdakwa Fence. Usai persidangan saat dihubungi awak media usai persidangan, dirinya menegaskan akan menempuh upaya hukum.

“Jelas banding ya,” kata Fence sebelum masuk mobil tahanan.

Di sisi lain, Kepala Kejari (Kajari) Manado, Maryono didampingi Kasie Pidsusnya, Pasaoran Simorangkir menanggapi hasil putusan dan belum langsung menerimanya.

“JPU masih pikir-pikir,” singkatnya.

Diketahui, Kejaksaan Agung (Kejagung) RI telah melimpahkan 4 berkas kasus korupsi ke Kejari Manado untuk diproses ke meja hijau. Dan selain berkas Fence, ada 3 berkas yang pada tanggal 16 November 2020 telah lebih dulu tuntas proses persidangannya.

Ketiga berkas tersebut, yakni berkas perkara YSR alias Yenni selaku Direktur Utama (Dirut) PT Kogas Driyap Konsultan, AYH alias Agus selaku Direktur Operasional, dan MT alias Tatahede selaku eks Kaban BPBD Kota Manado.

Dalam sidang putusan, ketiganya telah divonis bersalah Majelis Hakim PN Manado atas kasus korupsi yang menyebabkan negara mengalami kerugian Rp6,3 miliar lebih.

Dimana, terdakwa Yenni telah divonis 8 tahun beserta denda sebesar Rp200 juta dan apabila tidak dibayar diganti dengan kurungan selama 2 bulan.

Pada putusan majelis hakim saat itu, Menghukum terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp6.355.365.000 dan apabila tidak dibayar dalam jangka waktu selama 1 bulan maka harta bendanya disita oleh Jaksa dan apabila harta benda terdakwa tidak mencukupi maka diganti dengan pidana penjara selama 3 tahun.

Sedangkan, terdakwa Yugo divonis pidana penjara selama 7 tahun dengan denda Rp200 juta. Dan, terdakwa Tatahede dijatuhi hukuman pidana 6 tahun dengan denda Rp200 juta.

Dari ketiganya, hanya terdakwa Tatahede yang mencabut banding. Sehingga, putusan Majelis Hakim terhadap Tatahede ikut inkrah alias berkekuatan hukum tetap.

 

Serly Wilhelmina

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here