Ketahui Gejala Penyakit Gondok dan Pencegahannya

0
17
Yulis Langgang, Mahasiswi Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik De La Salle Manado.

CYBERSULUT.NET – Goiter atau yang biasa di kenal dengan Gondok adalah penyakit terjadinya pembesaran yang abnormal pada kelenjar tiroid. Gondok biasanya tidak menimbulkan rasa sakit tetapi dapat menyebabkan sulit menelan saat makan.

Penyebab paling umum dari gondok di seluruh dunia yang terjadi, adalah karena kurangnya yodium yang sangat penting untuk pembentukan hormontiroid.

Ada juga penyebab lain dari gondok yaitu disebabkan kelebihan atau kekurangan produksi hormontiroid dan penyakit Graves dimana sistem kekebalan tubuh mengalami kekeliruan dengan menyerang kelenjar tiroid.

Berikut adalah tanda gejala dari penyakit gondok :

– Terjadi pembengkakan atau pembesaran pada leher yang dapat terlihat dengan jelas
– Mengalami batuk
– Mengalami kesulitan saat menelan
– Batuk
– Mengalami kesulitan bernafas
– Demam
– Mual dan muntah
– Berkeringat lebih atau merasa kedinginan

Selain muncul benjolan di leher, penyakit gondok juga dapat mengakibatkan perubahan kadar hormon tiroid dalam darah. Peningkatan hormon tiroid dalam darah dapat mengakibatkan gejala hipertiroid sedangkan jika mengalami kekurangan hormone tiroid dalam darah akan mengakibatkan gejala hipotiroid.

Berikut faktor resiko terjadinya penyakit gondok :

– Orang yang berusia 40 tahun keatas
– Berjenis kelamin wanita karena lebih sering mengalami kekurangan iodium
– Pernah mengalami penyakit autoium
– Dalam masa menoupause

Untuk mencengah agar tidak terkena penyakit gondok :

– Mengkonsumsi cukup yodium dapat mencegah terjadinya penyakit gondok. Misalnya dengan mengkonsumsi udang, kerang, sayur-sayuran, buah-buahan, garam beryodium dan rumputlaut. Tubuh kita membutuhkan 150mg atau setengah sendok garam beryodium per hari.

– Menghindari konsumsi yodium berlebihan karena juga dapat menyebabkan terjadinya penyakit gondok.

Jika sudah merasa tanda dan gejala seperti diatas, segeralah pergi ke dokter dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut agar mendapatkan penanganan yang lebih lanjut. Dengan penanganan yang cepat akan menghindari dari komplikasi yang berbahaya.

 

 

Penulis : Yulis Langgang, Mahasiswi Fakultas Keperawatan Universitas Katolik De La Salle Manado.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here