Forward Sulut Kecam Pemberian Remisi Pembunuh Wartawan

0
31

CYBERSULUT.NET – Pemberi remisi terhadap I Nyoman Susrama, pembunuh wartawan Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa, merupakan kebijakan ironis alias bertentangan dengan yang diharapkan terus mendapat penolakan.
Kepada cybersulut.net, Ketua Forum Wartawan DPRD (Forward) Sulut Noberd Losa mengatakan, ironis melihat kondisi seperti itu meskipun dengan alasan kemanusiaan.

“Seharusnya pemerintah masih bisa mengoreksi kebijakan yang dinilai tidak konsisten dan dapat mencederai perspektif hukum di Indonesia ini. Juga memperlemah wartawan dalam bertugas. Dimana efek jera bagi para penjahat kemanusiaan?,” ungkap Noberd.

Sebab, lanjut Noberd, Sebab, melalui keringanan itu, penegakan hukum kasus pembunuhan jurnalis terlihat lemah.

“Melalui remisi ini, dikhawatirkan kekerasan kepada jurnalis akan makin marak. Sebab pelakunya diberi keringanan hukuman oleh pemerintah,” tuturnya.

Seperti diketahui, Nyoman Susrama dihukum seumur hidup setelah dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Negeri Denpasar karena melakukan pembunuhan berencana secara bersama-sama terhadap Narendra Prabangsa. Hakim yakin motivasi pembunuhan itu adalah pemberitaan di harian Radar Bali yang ditulis Prabangsa pada 3, 8, dan 9 Desember 2008. Berita tersebut menyoroti proyek-proyek di Dinas Pendidikan Bangli.

Lewat Keputusan Presiden Nomor 29/2018-2019, terpidana Susrama bersama 114 terpidana lain mendapat remisi perubahan hukuman dari penjara seumur hidup menjadi pidana penjara sementara. Susrama dinilai berkelakuan baik.

Kepres No. 29 tahun 2018 memuat Pemberian Remisi Perubahan dari Pidana Penjara Seumur Hidup Menjadi Pidana penjara sementara tertanggal 7 Desember 2018. Alasan pemberian remisi karena Susrama berkelakuan baik.

Penulis : M Anggawirya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here