Dukung Wacana Legalisasi Ganja Medis, Tim Amicus Dorong MK Uji Materi UU Narkotika

0
101
Foto : Ilustrasi/suara.com

CYBERSULUT.NET – Kumpulan pengacara yang tergabung dalam Tim Amicus, merespon positif wacana legalisasi ganja medis yang belakangan ini ramai dibicarakan publik.

Hal tersebut disampaikan Faisal Wahyudi Wahid mewakili Tim Amicus dalam pers rilis yang diterima CYBERSULUT, Kamis (30/6/2022).

Dikatakan Faisal, Tim Amicus mendorong Mahkamah Konstitusi (MK) untuk melakukan terobosan hukum dalam uji materi Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan perkara nomor 106/PUU-XVIII/2020, karena sudah saatnya ganja medis dapat diberikan status digunakan.

Selain itu, Negara telah menjamin untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur yang merata materiil dan spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

“Kualitas sumber daya manusia Indonesia sebagai salah satu modal pembangunan nasional perlu dipelihara dan ditingkatkan secara terus-menerus, termasuk derajat kesehatannya. Untuk meningkatkan derajat kesehatan sumber daya manusia Indonesia dalam rangka mewujudkan kesejahteraan rakyat, perlu dilakukan upaya peningkatan di bidang pengobatan dan pelayanan kesehatan dengan mengusahakan ketersediaan Narkotika jenis tertentu. Yang dimaksud jenis tertentu adalah ganja yang sangat dibutuhkan sebagai obat untuk masyarakat yang membutuhkan, karena narkotika jenis ganja dibeberapa negara telah dijadikan obat atau bahan yang bermanfaat di bidang pengobatan atau pelayanan kesehatan dan pengembangan ilmu pengetahuan,” papar Faisal.

Diungkapkan Faisal, Undang-Undang tentang Narkotika sebagai mana yang dikatakan oleh Prof. Eddy Hiariej, bertujuan menjamin ketersediaan Narkotika untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan/atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Narkotika jenis ganja hanya dapat digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan/atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Untuk itu kementerian terkait seharusnya menjamin ketersediaan narkotika, untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan/atau untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujar Faisal.

“Oleh karena itu, untuk mendorong dan menunjang kegiatan penelitian dan/atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang Narkotika untuk kepentingan pelayanan kesehatan, kami sarankan Pemerintah dapat melakukan pengawasan terhadap segala kegiatan yang berkaitan dengan Narkotika. Pemerintah bersama DPR harus segera membuat regulasi terkait Narkotika jenis Ganja untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan/atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, jangan menutup diri akan perkembangan ilmu pengetahun di bidang medis terkait dengan Ganja Medis. Belajarlah dari 10 negara yang telah legalkan ganja untuk medis,” tutup Faisal.

Diketahui, ganja medis menjadi perbincangan publik setelah seorang ibu yang mencari pengobatan untuk anaknya, Santi Warastuti, menyuarakan aspirasi di acara Car Free Day DKI Jakarta. Ia memohon pertolongan ketersediaan ganja medis bagi anaknya, Pika, yang mengidap cerebral palsy atau kelumpuhan otak.

 

REDAKSI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here