Doa Bersama FKUB dan Polda Sulut Untuk Kedamaian Dunia, Ajak Warga Sulut Jaga Kedamaian Bersama

0
8

CYBERSULUT.NET – Mengangkat pokok doa kedamaian di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Indonesia dan dunia, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan jajaran Kepolisian Daerah Sulut menggelar doa bersama di taman God Bless Park Manado, Selasa (28/11/2023).

Dalam kesempatan doa bersama tersebut, Lucky Rumopa selaku Ketua FKUB Sulut menyerukan kecaman terhadap kekerasan yang dilakukan Israel maupun Hamas.

“Kekerasan dilakukan Israel terhadap warga, gereja disana juga terdampak hal ini, juga kita kecam Hamas,” tegas Lucky.

Menurut Lucky, perlu ada pemahaman yang benar terhadap masalah Israel dan Palestina yang berdampak pada negara lain khususnya Indonesia, sehingga tidak selalu dikaitkan dengan permasalahan agama.

“Perlu ada edukasi,” tutur Lucky.

Terkait peristiwa yang terjadi di Kota Bitung, Lucky menegaskan bukan karena masalah agama, tapi murni karena gesekan sosial.

“Ini murni insiden dan salah paham,” ujar Lucky sembari berharap perisitwa di Bitung tersebut menjadi yang terakhir.

“Mari kita jaga bersama kedamaian, mari kita narasikan kedamaian,” tukasnya.

Dalam kesempatan tersebut pula, Ketua MUI Sulut Abdul Wahab Abdul Gafur mengajak semua pihak untuk melihat masalah di Bitung secara benar.

“Ini harus dicek secara benar, apakah ini masalah agama atau hanya gesekan,” tegas Abdul.

Menurut Abdul, perang yang terjadi di Palestina bukan masalah agama, karena umat Kristen juga jadi korban di Gaza.

“Bukan hanya Mesjid yang dibombardir, tapi juga gereja,” ungkapnya.

Abdul juga berharap seluruh masyarakat Sulut tetap menjunjung tinggi semboyan ‘torang samua ciptaan Tuhan dan torang samua basudara’.

“Mari kita jaga kedamaian bersama,” pungkasnya.

Hadir dalam doa bersama tersebut, Gubernur Sulut Olly Dondokambey diwakili Sekprov Sulut Steve Kepel, Kapolda Sulut Irjen Pol Setyo Budianto, Ketua FKUB Sulut Pdt Lucky Rumopa, Ketua MUI Sulut Abdul Wahab Abdul Gafur dan tokoh agama dari Kristen, Islam, Katolik, Buddha, Hindu dan Konghucu.

 

REDAKSI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here