Diklaim Bukan Peluru Polisi, Makam Gadis Penentang Kudeta Yang Tertembak Dibongkar

0
6
Kyal Sin / Foto : Facebook.com/Deng Jia Xi

CYBERSULUT.NET – Pihak berwenang Myanmar membongkar makam gadis 19 tahun yang ditembak mati dengan mengenakan kaus bertuliskan “Everything Will Be OK” dan melakukan otopsi. Hal ini bisa membebaskan polisi dari tuduhan pembunuhan tersebut, demikian dilaporkan televisi pemerintah, MRTV pada Sabtu.

Kyal Sin, dikenal sebagai Angel, meninggal pada Rabu karena ditembak di kepala saat mengikuti unjuk rasa saat pasukan keamanan membubarkan para demonstran. Angel kini menjadi ikon gerakan unjuk rasa.

Myanmar telah berada dalam krisis sejak kudeta militer 1 Februari. Rakyat Myanmar di berbagai kota dan daerah turun ke jalan-jalan menentang kudeta dan menuntut pembebasan para pemimpin sipil yang ditangkap, termasuk Aung San Suu Kyi.

Pembongkaran makam Kyal Sin ini memicu kemarahan baru dari para penentang kudeta, yang menuduh junta mencoba menutupi fakta dia dibunuh pasukan keamanan mereka.
MRTV mengatakan polisi, seorang hakim, dan dokter telah mengotopsi jasad Kyal Sin dan melakukan penyelidikan bedah. Demikian dikutip dari Reuters, Minggu (7/3).

Mereka menemukan sebuah luka tembus di belakang kepala dan sepotong timah berukuran 1,2 cm x 0,7 cm di kepalanya. Mereka mengklaim peluru itu berbeda dengan ujung peluru yang digunakan polisi.

Televisi pemerintah mengatakan polisi telah berhadapan langsung dengan para pengunjuk rasa dan luka di bagian belakang kepala dan objek yang membunuh Kyal Sin dapat ditembakkan dari senjata yang dapat menembakkan peluru kaliber .38.

“Oleh karena itu, dapat diasumsikan bahwa mereka yang tidak menginginkan stabilitas melakukan pembunuhan,” kata MRTV.

Di media sosial, para penentang kudeta menyebut pembongkaran tersebut adalah pelecehan terhadap Kyal Sin dan keluarganya, bertujuan untuk memberikan keterangan palsu terkait apa yang terjadi.

Seorang juru bicara militer tak menjawa telepon untuk diminta komentar. Reuters juga tak berhasil menghubungi polisi.

MRTV melaporkan pihak berwenang telah meminta izin dari keluarga Kyal Sin untuk membongkar jasadnya, tapi tak mengatakan apakah keluarga telah memberikan izin. Reuters tak bisa menghubungi keluarganya.

Para pengunjuk rasa di Mandalay pada Rabu mengatakan mereka mendapat serangan peluru tajam pada saat Kyal Sin terbunuh. Gambar yang diterbitkan Reuters menunjukkan Kyal Sin menoleh ke arah barisan pasukan keamanan di saat-saat sebelum dia terbunuh.

Warga menyampaikan jasad Kyal Sin dibongkar pada Jumat oleh tim yang datang dengan pengawal polisi dan militer dan menyuruh orang-orang menjauhi area pemakaman.

Kyal Sin di antara sedikitnya 38 demonstran yang tewas pada Rabu, hari paling berdarah di mana pasukan keamanan menggunakan kekerasan dalam membubarkan unjuk rasa. Kekerasan aparat Myanmar ini dikecam sejumlah negara dan PBB.

 

 

Sumber : merdeka.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here