13.300 Warga DKI Kena Sanksi Tak Pakai Masker, Denda Yang Dibayarkan Capai Rp 72 Juta

0
6
Petugas Satpol PP mengenakan rompi khusus kepada pelanggar aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Pasar Jatinegara, Jakarta, Kamis (11/6/2020). Penindakan berupa sanksi kerja sosial itu untuk memberikan efek jera bagi para pelanggar agar mereka patuh terhadap kebijakan PSBB sekaligus meminimalisir potensi penyebaran COVID-19. ANTARAFOTO/Aditya Pradana Putra

CYBERSULUT.NET – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Arifin menyebut, sebanyak 13.300 warga dikenakan sanski karena tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi atau sejak 12 Oktober hingga 24 Oktober 2020.

Dari jumlah itu, 447 orang dikenakan sanksi denda. Sedangkan sisanya memilih sanksi kerja sosial.

“Denda yang dibayarkan atas pelanggaran masker ada Rp 72.200.000,” kata Arifin kepada wartawan, Minggu (25/10/2020).

Sementara itu, sebanyak 22 rumah makan ataupun restoran di DKI Jakarta telah diberikan sanksi berupa penutupan selama 1×24 jam. Sementara 2 restoran lainnya dikenakan denda karena melanggar aturan PSBB transisi.

Kemudian, ada 16 perkantoran, tempat usaha, dan tempat industri, yang dikenakan sanksi berupa penutupan selama 3×24 jam.

Jika diakumulasikan sejak awal pelaksanaan PSBB, denda pelanggaran yang dikumpulkan Pemprov DKI Jakarta mencapai Rp 4,9 milliar.

“Sehingga secara keseluruhan dari PSBB jilid II, III, transisi sampai dengan 24 Oktober, total denda yang dibayarkan ada Rp 4,911 miliar,” jelas Arifin.

Penerapan sanksi denda itu mengacu pada Peraturan Gubernur Nomor 79 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Warga yang tidak memakai masker akan dikenakan sanksi denda Rp 250.000 atau sanksi kerja sosial selama satu jam.

 

 

Sumber : Liputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here